Tampilkan postingan dengan label IPA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Agustus 2011

IPA 9 SMP - Listrik Statis


Petir adalah suatu kejadian alam yang luar biasa, karena dalam setiap kejadiannya energi yang dilepaskan lebih besar daripada yang dihasilkan oleh seluruh pusat pembangkit tenaga listrik di Amerika. Cahaya yang dikeluarkan oleh petir lebih terang daripada cahaya 10 juta bola lampu pijar berdaya 100 watt. Hal lain yang menakjubkan bahwa molekul-molekul nitrogen, yang sangat penting untuk tumbuhan, muncul dari kekuatan ini.

Mengapa petir dapat membebaskan energi? Darimana petir mendapatkan energi listrik?
Berapa biaya listrik yang dapat kita hemat jika kita dapat mengumpulkan energi dari petir?
Saat kita merenungi semua perihal petir ini, kita dapat memahami bahwa peristiwa alam ini adalah sesuatu yang menakjubkan. Bagaimana sebuah kekuatan luar biasa semacam itu muncul dari partikel bermuatan positif (proton) dan negatif (elektron) dari dalam sebuah atom, yang tak terlihat oleh mata telanjang. Perbedaan jumlah proton dan elektron dalam sebuah atom mengakibatkan atom bermuatan listrik. Karena semua benda tersusun oleh atom-atom, maka perubahan muatan listrik pada atom akan mengakibatkan perubahan listrik pada benda. Setiap benda memiliki kecenderungan untuk berada dalam keadaan netral, oleh karena itu jika benda bermuatan maka secara spontan dapat membebaskan muatannya. Salah satu contohnya adalah petir. Sifat-sifat muatan listrik antara lain:
  1. listrik terdiri dari dua jenis muatan yaitu muatan positif dan negatif,
  2. muatan listrik akan saling berinteraksi, muatan sejenis tolak menolak dan muatan tidak sejenis tarik-menarik.

Para ahli berusaha memanfaatkan muatan listrik statis untuk berbagai keperluan dalam kehidupan sehari-hari.

Teori Atom




Menurut Demokritus (460-370SM), partikel zat yang terkecil disebut atom. Hal tersebut pertama kali dimodelkan oleh Dalton. Adapun model atom Dalton adalah sebagai berikut:
  1. Atom adalah partikel terkecil yang tidak dapat dibagi-bagi lagi.
  2. Atom suatu unsur tidak dapat berubah menjadi atom unsur yang lain
  3. Dua atom atau lebih dapat membentuk molekul
  4. Atom suatu unsur semuanya sama atau serupa.
Seiring dengan pekembangan ilmu dan teknologi, maka teori atompun berkembang. Di awali oleh model atom JJ Thomson, kemudian model atom Rutherford, dan model atom Bohr. Sampai dengan saat ini, model atom Bohr lah yang lebih mendekati kebenaran, hal tersebut didasarkan pada hasil analisis spektrum cahaya yang dipancarkan oleh atom. Mengapa atom harus dibuatkan model?


Teori atom secara detail dapat ditemukan di beberapa wabsite berikut ini:
http://www.geocities.com/athens/delphi/8904/v_model_atom.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/J.J._Thompson
http://www.upscale.utoronto.ca/PVP/Harrison/BohrModel/Flash/BohrModel.html
Gambar model atom Dalton.

Gambar model atom JJ. Thompson.

Gambar model atom Rutherford

Gambar model atom Bohr

Bagian-bagian Atom
Berdasarkan model atom Bohr, maka atom terdiri dari:
  1. Kulit atom
  2. Inti atom (nukleus)
Kulit atom adalah orbit dari sebuah partikel yang bernama elektron sedangkan inti atom  tersusun atas proton dan neutron. Elektron adalah partikel yang bermuatan negatif, sedangkan proton bermuatan positif, adapun neutron adalah partikel yang tidak bermuatan. Setiap atom dalam keadaan normal memiliki kecenderungan jumlah elektron sama dengan jumlah proton. Atom dapat mengalami penambahan/pengurangan elektron, peristiwa ini akan mengakibatkan perbedaan jumlah elektron dan proton, sehingga mengakibatkan atom bermuatan listrik,  sedangkan jumlah proton relatif lebih stabil dibandingkan dengan elektron. Dengan demikian elektronlah yang memiliki peranan penting dalam menentukan muatan listrik sebuah atom.

Bagaimana orang mempelajari atom?
Struktur atom di modelkan berdasarkan informasi yang diperoleh dari spektrum cahaya yang dipancarkan oleh atom.  Atom akan memancarkan energi dalam bentuk spektrum yang berbeda-beda tergantung dari jenis atomnya, oleh karena itu spektrum cahaya bersifat unik.

Bagaimana atom memancarkan energi?

Sebuah atom mempunyai kemampuan menyerap energi, Jika ini terjadi sebagian elektron dari atom tersebut akan tereksitasi. Konfigurasi elektron memiliki kecenderungan untuk menempatkan elektron mulai dari lintasan yang terdalam. Dengan demikian elektron yang tereksitasi akan berusaha untuk kembali pada orbit yang ada di bawahnya dengan memancarkan energi.

Muatan ListrikBagaimana Benda dapat Bermuatan Listrik?
Setiap zat tersusun atas atom-atom, dengan demikian muatan listrik suatu zat tergantung dari jenis muatan listrik atom-atomnya. Jika atom-atom benda lebih cenderung melepaskaan elektron, maka zat yang disusunnya lebih cenderung bermuatan positif. Sebaliknya jika atom-atom benda lebih cenderung menangkap elektron, maka zat yang disusunnya cenderung bermuatan negatif. Dengan demikian muatan listrik sebuah benda sangat tergantung dengan muatan listrik atom-atom penyusunnya.
Bagaimana cara membuat benda bermuatan listrik?
Suatu benda dapat dimuati listrik dengan dua cara
1. Menggosok
a. Menggosok penggaris plastik dengan kain wool


Penggaris menjadi bermuatan listrik jenis negatif.
Apa yang terjadi jika kaca digosok dengan kain sutera?
b. Menggosok kaca dengan kain sutera

Kaca menjadi bermuatan listrik jenis positif
Menggosok.
Mengapa dengan menggosokkan benda ke benda lain dapat membuat benda bermuatan listrik? Apakah semua benda jika digosokkan akan bermuatan listrik?
Muatan listrik pada sebuah benda, sangat dipengaruhi olah muatan listrik atom-atom penyusunnya.  Ada atom-atom yang cenderung melepas elektron, tetapi ada juga atom-atom yang cenderung mengikat elektron. Jika dua benda tersusun dari atom-atom yang memiliki perbedaan sifat tersebut saling digosokkan maka, maka interaksi itu akan lebih mudah membuat benda bermuatan listrik. Dari animasi di atas.
Jika kain sutera digosokkan pada kaca, maka elektron-elektron kaca akan berpindah menuju sutera, sehingga kaca menjadi bermuataan positif. sementara itu kain sutera menjadi bermuatan negatif karena mendapat tambahan elektron
Jika kain wool  digosokkan pada plastik, maka elektron-elektron kain wool akan berpindah menuju plastik, sehingga plastik menjadi bermuataan negatif. sementara itu kain wool menjadi bermuatan positif karena kehilangan elektron-elektronnya.
2. Induksi
Bagaimana proses pemuatan listrik dengan induksi?
Induksi dapat dilakukan dengan cara mendekatkan benda yang bermuatan listrik ke benda netral. Akibatnya benda netral akan terpolarisasi. Jika benda netral yang telah terpolarisasi di hubungkan dengan tanah (di ground kan), maka elektron-elektronnya akan mengalir menuju tanah. Setelah penghantar yang menuju tanah di hilangkan dan benda bermuatan listrik dijauhkan, maka benda netral akan menjadi kekurangan elektron (bermuatan positif). Induksi dalam jumlah muatan tertentu dapat mengakibatkan muatan listrik melompati gap (jarak pemisah), dalam hal ini dapat menimbulkan lintasan bunga api. Salah satu peristiwa yang besar adalah terjadinya petir.
Berikut ini adalah proses terjadinya induksi listrik.
Proses Terjadinya Induksi Listrik


Sifat Muatan Listrik
Muatan listrik dapat menarik benda-benda kecil
Potongan kertas kecil-kecil dapat menempel pada penggaris yang bermuatan listrik karena adanya gaya listrik. Jika gaya listrik lebih besar dari gaya gravitasi benda maka benda akan menempel pada penggaris, sebaliknya  jika gaya listrik kurang dari gaya gravitasi, maka benda tidak akan menempel.
Apa yang terjadi pada kertas jika benda yang didekatkan bermuatan listrik positif?

Interaksi Dua Muatan Listrik:



Sifat muatan listrik
  1. Interaksi antara benda-benda yang bermuatan listrik.
    • muatan sejenis tolak-menolak
    • muatan tidak sejenis tarik-menarik
  2. Muatan listrik ada dua jenis
    • Muatan positif
    • Muatan negatif
Medan Listrik
Medan listrik di sekitar muatan positif

Adanya gaya diantara dua muatan listrik, walaupun dua benda yang bermuatan listrik tidak bersentuhan, menggambarkan bahwa disekitar muatan listrik terdapat medan listrik. Medan listrik adalah daerah disekitar muatan listrik yang masih mendapat pengaruh gaya listrik dari muatan tersebut. Berikut ini adalah visualisasi medan listrik disekitar muatan positif. 



Medan Listrik di sekitar muatan negatif

Bagaimanakah medan listrik di sekitar muatan negatif?
Sebagaimana muatan positif, disekitar muatan negatif terdapat medan listrik juga, hanya saja arah medan listriknya menuju ke arah muatan.
Interaksi antara dua muatan listrik baik berupa gaya tolak atau gaya tarik dapat digambarkan dengan menggunakan garis-garis gaya listrik berikut:



Gaya Coulomb
Hukum Coulomb. 
Tahun 1785 seorang fisikawan Prancis yang bernama Charles Agustin Coulombmenyelidiki besarnya gaya yang terjadi pada dua benda yang bermuatan listrik. Alat yang digunakannya adalah neraca puntir (torsion balance). Hasil investigasinya menemukan hubungan bahwa “besarnya gaya listrik sebanding dengan besarnya muatan listrik dua benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak pisah antara dua buah benda yang bermuatan listrik”.  Pernyataan ini dikenal dengan nama Hukum Coulomb.

Sebagai penghargaan atas jasanya, nama Coulomb digunakan sebagai satuan muatan listrik.


Bagaimana neraca puntir bekerja?
Dua bola bermuatan listrik yang digantung dengan menggunakan benang dalam sebuah tabung dapat berputar secara bebas, hal ini dapat digunakan untuk menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya gaya antara dua benda yang bermuatan listrik. Pada bagian bawah dari tabung, melingkari dinding tabung terdapat skala sudut. Jika sebuah benda yang bermuatan listrik di dekatkan pada salah satu bola, maka bola itu akan bergerak secara melingkar menjauh/mendekat (tergantung dengan jenis muatan ke dua benda yang berinteraksi). Selanjutnya dengan mengasumsikan bahwa besarnya sudut simpang sebanding dengan besarnya gaya antara dua muatan, maka dengan mengubah jarak antara dua muatan dan besarnya muatan, kita dapat menemukan hubungan antara besarnya gaya, jarak antara dua muatan, dan besarnya muatan.


Persamaan Coulomb
Hukum Coulomb secara matematis dapat dituliskan :
F = Gaya listrik (newton)
Q1 = Muatan listrik benda 1 (coulomb)
Q2 = muatan listrik benda 2 (coulomb)
r  = jarak pisah antara dua benda bermuatan listrik (meter)
k = tetapan (9 x 10^9  N m^2 C^-2)

Elektroskop

Untuk mengidentifikasi muatan listrik sebuah benda dapat digunakan elektroskop. Elektroskop terdiri dari sebuah bola konduktor yang dihubungkan dengan dua buah daun logam (biasanya emas) dengan menggunakan batang konduktor. Dengan menggunakan bahan dari isolator sebagai penyekat, daun elektroskop dimasukkan ke dalam sebuah wadah yang terbuat berdinding kaca.
Prinsip kerja elektroskop adalah induksi listrik.
Dimana jika kepala elektroskop yang netral didekatkan dengan benda, maka daun elektroskop akan mengembang jika benda tersebut bermuatan listrik, dan tetap jika benda tersebut tidak bermuatan listrik
Keterangan gambar :
a = daun elektroskop
b = batang konduktor
c = tabung gelas
d = kepala elektroskop
Aplikasi Listrik statis
Petir

Bagaimana petir terjadi?
Petir adalah salah satu contoh pembebasan muatan listrik dalam jumlah yang cukup besar. Pembebasan ini bisa terjadi antara awan dan awan atau antara awan dan bumi. Kenapa ke bumi? Karena bumi merupakan suatu tempat yang mampu menampung berapapun besarnya muatan listrik.  Ketika awan bergerak dari satu tempat ke tempat lain untuk membentuk hujan, maka awan akan mengalami polarisasi akibat pengaruh suatu tempat di permukaan bumi, biasanya tempat yang lebih tinggi terhadap sekitarnya. Polarisasi muatan ini menyebabkan terjadinya perbedaan potensial yang sangat tinggi yang bisa  mengakibatkan terjadinya loncatan bunga api kita dikenal dengan nama petir.


Pembebasan muatan listrik (discharging)
Ketika benda bermuatan listrik, dia dapat di netralisasi dengan memindahkan muatan listriknya. Proses ini dikenal dengan nama discharging.
  • Discharging pada bahan isolator.
Pemanasan adalah cara yang efektif dalam pembebasan muatan listrik. Hal ini terjadi karena panas menyebabkan udara di sekitar bahan menjadi terionisasi. Ion disekitar bahan akan menetralisasi muatan listrik bahan.
Discharging pada bahan konduktor.
Muatan listrik bahan konduktor dapat dinetralisasi dengan menghubungkan ke bumi (grounded). Konduktor yang digunakan untuk menghubungkan bahan dengan bumi, merupakan jalur lalulintas elektron. Jika bahan bermuatan positif, maka elektron mengalir dari bumi ke bahan. Sebaliknya jika bahan bermutan negatif, maka elektron mengalir dari bahan ke bumi.
Jika beda potensial antara dua benda yang bermuatan cukup besar maka netralisasi dapat terjadi secara spontan. Salah satu contoh peristiwa pembebasan muatan listrik dalam jumlah yang besar adalah petir. Besarnya muatan listrik yang di bebaskan maka petir dapat mengakibatkan kerusakan benda-benda dipermukaan bumi seperti gedung-gedung bertingkat, pohon-pohon, dan kadang-kadang manusia. Apa yang harus dilakukan manusi untuk menghindarkan kerusakan akibat petir? Mengapa petir lebih banyak kita jumpai pada saat musim hujan?
Pembebasan muatan listrik (discharging)
  • Discharging pada bahan konduktor

Coretan Selengkapnya...

Kamis, 28 Juli 2011

IPA 8 SMP - Berat Benda

BERAT BENDA
Benda menarik benda lain karena benda memiliki massa, gaya tarik antara dua benda yang memiliki massa disebut gaya gravitasi atau gaya berat.
Massa benda di setiap tempat besarnya sama, tetapi berat benda dipengaruhi oleh percepatan gravitasi.
Massa benda dapat diukur dengan neraca, sedangkan berat benda dapat diukur dengan neraca pegas atau dinamometer.




 
Perbandingan berat dan massa sebuah benda  di suatu tempat selalu tetap. Perbandingan berat dan massa benda ini disebut percepatan gravitasi. Percepatan gravitasi di bumi rata-rata 9,8 N/kg. Percepatan gravitasi di bulan 1,6 N/kg.
Hubungan antara berat benda, massa benda dan percepatan gravitasi secara matematis dapat dituliskan:
m = massa benda (kg)
w = berat benda (N) atau
g = percepatan gravitasi (N/kg) atau (m/s2) 


Contoh Soal:
Percepatan gravitasi di bulan adalah seperenam kali percepatan gravitasi di bumi. Percepatan gravitasi di bumi 10 N/kg, seorang altet angkat besi mampu mengangkat beban yang massanya 180 kg. Berapa massa beban yang mampu diangkat jika dilakukan di bulan ?

Penyelesaian:


Diketahui    :  g  = 10 N/kg
                      g’ = 1/6 x 10 N/kg 
                      m = 180 kg

Ditanyakan :   m’  = …… ?

Jawab         :   Berat beban di bumi

                        w = m . g
                        w = 180 kg . 10 N/kg
                        w = 1800 N
Berat beban yang mampu diangkat di bulan sama dengan di bumi yaitu 1800 N
w’ = w
m’.g’ = 1800 N
m’.g’ = 1800 N
m’.10/6 N/kg’ = 1800 N
m’ = 1800 N x 6/10 kg/N
m’ = 1080 kg
Jadi beban yang mampu diangkat di bulan adalah 1080 kg.
Coretan Selengkapnya...

IPA 8 SMP - Gaya Gesek

GAYA GESEKAN
Gaya gesekan adalah gaya yang timbul akibat persentuhan langsung antara dua permukaan benda, arah gaya gesekan berlawanan dengan kecenderungan arah gerak benda. Besarnya gaya gesekan ditentukan oleh kehalusan atau kekasaran permukaan benda yang bersentuhan.

Balok kayu yang ditarik di atas triplek akan timbul gaya gesek yang
lebih besar dari pada di atas kaca, karena triplek lebih kasar dari kaca






Gaya gesekan yang terjadi sewaktu benda tidak bergerak disebut gaya gesekan statis.

Gaya gesekan yang terjadi sewaktu benda  bergerak disebut gaya gesekan kinetis.

Besar gaya gesekan statis lebih besar dari gaya gesekan kinetis.





Rem cakram kendaraan bekerja berdasarkan gaya gesekan
Contoh gaya gesekan yang menguntungkan
  • Gaya gesekan pada rem dapat memperlambat laju kendaraan
  • Gaya gesekan pada alas sepatu dengan jalan, jika jalan licin orang yang berjalan bisa tergelincir



 
Gesekan udara dengan mobil bisa menghambat gerak mobil
Contoh gaya gesekan yang merugikan:
  • Gaya gesekan antara udara dengan mobil dapat menghambat gerak mobil.
  • Adanya gaya gesekan pada roda dan porosnya, sehingga dapat mengakibatkan aus
Coretan Selengkapnya...

IPA 8 SMP - Resultan Gaya

RESULTAN GAYA

Hasil perpaduan dua gaya atau lebih dalam satu garis kerja akan menghasilkan satu gaya pengganti yang disebut resultan gaya.
  • Jika gaya F1 dan F2 searah, maka resultannya adalah jumlah kedua gaya itu
R = F1 + F2


  • Jika gaya F1 dan F2 berlawanan arah, F1 > F2 maka
    resultannya adalah selisih kedua gaya itu dan arahnya sesuai dengan gaya yang lebih besar
R = F1 - F2

F1 = gaya pertama (N)
F2 = gaya kedua (N)
R = resultan gaya (N) 
Coretan Selengkapnya...

IPA 8 SMP - Gaya

Gaya dan Percepatan


PENGERTIAN GAYA
Jika kita naik bis dengan berdiri kita harus berpegangan dengan tujuan agar badan kita tidak terpental ke depan jika bis direm mendadak. Apa yang menyebabkan badan kita terpental ke depan ketika bis direm mendadak.
Ketika kita menarik atau mendorong benda maka kita dikatakan melakukan gaya terhadap benda. Jadi, gaya adalah besaran fisika berupa tarikan atau dorongan. Gaya termasuk besaran vektor karena selain memiliki nilai juga memiliki arah.
Suatu gaya dapat digambarkan dengan diagram vektor berupa anak panah. Titik O disebut titik pangkal dan titik A disebut titik ujung. Panjang OA menyatakan nilai gaya dan arah panah menyatakan arah gaya.
Contoh:
  • Gaya F1 sebesar 4 N ke kanan dapat digambarkan anak panah yang panjangnya 4 cm dengan arah ke kanan.
  • Gaya F2 sebesar 6 N ke kiri dapat digambarkan anak panah yang panjangnya 6 cm dengan arah ke kiri.
Satuan gaya menurut satuan SI adalah newton (N) satuan yang lain adalah dyne.
1 N = 105 dyne
Gaya dapat diukur dengan neraca pegas.
Coretan Selengkapnya...

soal IPA 7 SMP - Besaran dan Pengukuran

Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat! 


1. Besaran yang termasuk besaran pokok adalah ....
a. panjang, gaya, kecepatan
b. panjang, suhu, volume
c. panjang, massa, suhu
d. panjang, massa, luas



2. Berikut yang merupakan kelompok besaran turunan adalah ....
a. gaya, kecepatan, dan panjang
b. massa jenis, massa, dan volume
c. luas, panjang, dan lebar
d. volume, massa jenis, dan gaya



3. Ahmad memiliki massa sebesar 45 kg. Nilai besaran dan satuan dalam pernyataan di atas adalah ....
a. massa
b. 45
c. 45 kg
d. kg



4. Sebuah peti memiliki volume sebesar 3 m^3. Apabila volume balok tersebut dinyatakan dalam cm^3, besar volume balok tersebut adalah ....
a. 3 . 10^3 cm^3
b. 3 . 10^4 cm^3
c. 3 . 10^5 cm^3
d. 3 . 10^6 cm^3



5. Perhatikan gambar di bawah ini. Nilai yang terukur pada alat tersebut adalah ....


a. 6,33 mm

b. 6,30 mm
c. 6,73 mm
d. 6,13 mm



6. Alat ukur yang paling tepat digunakan untuk mengukur waktu seorang pelari adalah ....
a. arloji
b. jam
c. stopwatch
d. meteran



7. Massa suatu benda dapat diukur dengan menggunakan alat ukur ....
a. pita ukur
b. neraca
c. jangka sorong
d. mikrometer sekrup



8. Sebuah benda yang tidak beraturan diukur oleh gelas ukur, seperti pada gambar berikut.
Volume benda tidak beraturan tersebut adalah ....
a. 20 mL
b. 30 mL
c. 40 mL
d. 50 mL



9. Untuk mengukur diameter pensil, sebaiknya menggunakan alat ukur ....
a. jangka sorong
b. mistar 
c. mikrometer sekrup
d. meteran



10. Alat ukur yang digunakan untuk mengetahui suhu badan adalah ....
a. termometer
b. stopwatch
c. neraca Ohaus
d. jangka sorong



11. Jenis cairan yang biasa digunakan sebagai pengisi termometer adalah ....
a. minyak atau air
b. air atau raksa
c. raksa atau alkohol
d. air atau alkohol



12. Suhu titik didih air murni pada tekanan 1 atm jika dinyatakan dalam skala Kelvin adalah ....
a. 100 K
b. 173 K
c. 212 K
d. 373 K



13. Termometer Fahrenheit menunjukkan angka yang sama dengan dua kali angka yang ditunjukkan oleh termometer Celsius pada suhu ....
a. 20°C
b. 40°C
c. 80°C
d. 160°C



14. Selisih antara dua suhu adalah 400°C. Selisih kedua suhu ini dalam skala Kelvin adalah ....
a. 127 K
b. 227 K
c. 400 K
d. 673 K



15. 40°R sama dengan … °C.
a. 32
b. 40
c. 50
d. 60


Coretan Selengkapnya...

Minggu, 10 April 2011

Cara Memprediksi Soal SNMPTN 2011

Teman-teman warna-warni, SNMPTN 2011 sudah tidak lama lagi. Mau tahu cara jitu memprediksi soal SNMPTN 2011? Cara ini terbukti cukup ampuh untuk memprediksi kecenderungan soal SNMPTN dari tahun ke tahun!

Belajar untuk mempersiapkan diri mengikuti SNMPTN ini memang menyita banyak waktu, apalagi bahan yang di ujikan dalam tes SNMPTN sangatlah banyak! Oleh karena itu, penggunaan statistik soal SNMPTN dari tahun ke tahun dapat memudahkan teman-teman warna-warni dalam mempersiapkan diri.

Berikut cara menggunakan statistik ini secara efektif. Lihat pada tabel, perhatikan berapa jumlah soal dari suatu topik bahasan. Apabila dari tahun ke tahun topik itu diujikan terus menerus, maka tahun ini kemungkinan topik bahasan tersebut akan di ujikan kembali, maka teman-teman warna-warni dapat lebih memfokuskan diri mempelajari topik tersebut.

Sebagai contoh, mari kita lihat contoh berikut:

Misal untuk mata pelajaran Matematika Dasar, terdapat topik bahasan “Persamaan Kuadrat” (lihat no.3) dari tahun ke tahun terus diujikan sebanyak 1-2 nomor. Ini berarti kemungkinan tahun ini hal yang sama bisa saja terulang lagi. Lumayan deh bisa memprediksi soal SNMPTN 2011 nanti dan menambah skor, hehehe…
Photobucket
Sedangkan untuk topik bahasan seperti limit dan turunan (lihat no. 9 dan 10) pada tahun 2009 dan 2010 tidak diujikan, kemungkinan tahun ini juga tidak. Tapi hal tersebut bukan berarti teman-teman warna-warni tidak mempelajari kedua topik tersebut. Yang dimaksud di sini adalah cara memprioritaskan topik yang dipelajari.

Silakan download statistik soal SNMPTN di bawah ini:
Biologi
Ekonomi
Fisika
Bahasa Indonesia
Bahasa Inggris
Kimia
Matematika
Matematika Dasar


Oke deh, selamat mencoba dan selamat mempersiapkan diri.
Coretan Selengkapnya...

Daftar Passing Grade SNMPTN 2010 IPA (Acuan untuk 2011)

Berikut adalah Daftar Passing Grade SNMPTN Nasional 2010
Kategori IPA

Passing Grade Universitas Negeri 11 Maret (UNS)
441044 Agrobisnis 44.58
441036 Agroteknologi/Agroekoteknologi 44.72
441082 Arsitektur 47.77
441155 Biologi 43.62
441133 Fisika 44.05
441066 Ilmu & Teknologi Pangan 49.02
441171 Ilmu Komputer 51.69
441141 Kimia 44.64
441125 Matematika 44.72
441222 Pend Teknik Bangunan 40.50
441206 Pend. Biologi 40.94
441185 Pend. Fisika 41.38
441193 Pend. Kimia 40.69
441214 Pend. Matematika 44.72
441222 Pend. Teknik Mesin 42.65
441014 Pendidikan Dokter 55.41
441163 Perencanaan Wilayah dan Kota 51.26
441052 Peternakan 40.80
441022 Psikologi 50.14
441096 Teknik Industri 56.39
441111 Teknik Kimia 52.06
441103 Teknik Mesin 50.00
441074 Teknik Sipil 52.70

Passing Grade Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
451444 Biologi 42.50
451243 Fisika 43.08
452045 Ilmu Keolahragaan 42.14
452042 Ilmu Keolahragaan 42.14
451347 Kimia 43.08
451146 Matematika 43.18
451042 Pend Teknik Bangunan 40.50
450441 Pend. Biologi 40.55
450247 Pend. Fisika 39.51
451742 Pend. IPA 46.50
450344 Pend. Kimia 40.19
450143 Pend. Matematika 40.22
450947 Pend. Teknik Elektro 43.13
451645 Pend. Teknik Informatika 53.71
450843 Pend. Teknik Mesin 42.65

Passing Grade Universitas Brawijaya (UNIBRAW)
561276 Agribisnis 45.00
561262 Agroekoteknologi 40.00
561062 Arsitektur 51.62
561105 Biologi 44.00
561024 Budi Daya Perairan 42.70
561113 Fisika 45.20
561232 Gizi Kesehatan/Ilmu Gizi 47.08
561313 Ilmu Kelautan 40.00
561216 Ilmu Keperawatan 43.58
561224 Ilmu Komputer 47.77
561121 Kimia 43.75
561016 Manajemen Sumberdaya Perairan 39.00
561135 Matematika 44.72
561143 Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan40.55
561305 Pend. Dokter Gigi 46.55
561292 Pend. Dokter Hewan 44.92
561084 Pendidikan Dokter 55.25
561195 Perencanaan Wilayah dan Kota 49.66
561284 Peternakan 41.94
561165 Sosial Ekonomi Perikanan 38.75
561181 Statistika 46.48
561054 Teknik Elektro 56.52
561046 Teknik Mesin 55.94
561076 Teknik Pengairan 40.41
561254 Teknik Informatika 53.71
561173 Teknik Pertanian 41.38
561032 Teknik Sipil 51.66
561151 Teknologi Hasil Perikanan 38.75
561092 Teknologi Hasil Pertanian 40.97
561202 Teknologi Industri Pertanian 47.19

Passing Grade Institut Pertanian Bogor (IPB)
230941 Agrobisnis 49.00
230345 Agronomi 44.30
230442 Arsitektur Pertamanan 44.80
331043 Bio Kimia 50.01
233541 Biologi 47.19
231341 Budi Daya Perairan 48.19
233846 Fisika 45.75
230747 Gizi Masyarakat 44.30
230241 Hortikultura 44.16
230844 Ilmu Hama 44.16
231847 Ilmu Kelautan 46.66
233742 Ilmu Komputer 50.91
230643 Ilmu Tanah 45.51
231244 Kedokteran Hewan 48.19
233243 Kimia 48.00
232843 Konserv SD Hutan 43.13
231445 Manaj SD Perairan 40.69
232642 Manajemen Hutan 44.58
233645 Matematika 44.02
233347 Meteorologi 49.07
232441 Nutrisi Ternak 44.72
231743 Pemanf SD Perikanan 40.55
230546 Pemuliaan Tanaman 44.88
231147 Penyuluhan Pertanian 44.30
231043 Produksi Ternak 44.65
231646 SosEk Perikanan 40.56
232545 SosEk Peternakan 46.22
232545 SosEk Peternakan 40.55
233444 Statistika 49.04
231542 Tek Hasil Perikanan 41.83
231944 Tek Hasil Ternak 49.80
233146 Tek Industri Pertanian 54.11
232947 Teknik Pertanian 52.11
232746 Teknologi Hasil Hutan 40.55
331273 Teknologi Pangan 51.66

Passing Grade Universitas Arilangga (UNAIR)
521064 Biologi 47.30
521115 Budidaya Perairan 48.00
521034 Farmasi 50.00
521072 Fisika 46.00
521101 Ilmu Keperawatan 47.66
521042 Kedokteran Hewan 48.75
521094 Kesehatan Masyarakat 48.19
521086 Kimia 50.00
521056 Matematika 46.16
521012 Pendidikan Dokter 56.75
521026 Pendidikan Dokter Gigi 50.50

Passing Grade Universitas Riau (UNRI)
161041 Agrobisnis 39.86
161145 Agronomi 40.00
162446 Biologi 41.27
160842 Budi Daya Perairan 38.69
160246 Fisika 41.25
160946 Ilmu Kelautan 44.38
160343 Kimia 40.10
160745 Manaj SD Perairan 35.27
160142 Matematika 41.27
161547 Pemanf SD Perikanan 38.75
162141 Pend. Biologi 37.64
162342 Pend. Fisika 39.41
162245 Pend. Kimia 37.22
162044 Pend. Matematika 37.63
162044 Pend. Matematika 38.05
161733 Penyuluhan Pertanian D3 38.89
161636 Produksi Pertanian D3 39.86
160641 SosEk Perikanan 36.69
160447 Tek Hasil Perikanan 37.75
161331 Teknik Kimia D3 41.94
161435 Teknik Sipil D3 40.69

Passing Grade UNRAYA
480246 Agrobisnis 35.83
480447 Agronomi 34.24
480842 Arsitektur 43.86
480544 Manaj SD Perairan 34.55
480641 Manajemen Hutan 35.00
482841 Pend. Biologi 36.20
482647 Pend. Fisika 35.30
482744 Pend. Kimia 35.00
482044 Pend. Matematika 37.77
480745 Teknik Sipil 43.17

Passing Grade UNRAM
781141 Agrobisnis 39.02
781044 Agronomi 39.02
780942 Hortikultura 36.25
781342 Ilmu Hama 35.97
780741 Ilmu Tanah 39.86
780443 Nutrisi Ternak 35.55
780644 Pemuliaan Tanaman 39.86
782241 Pend. Biologi 34.28
781245 Penyuluhan Pertanian 38.75
781246 Penyuluhan Pertanian 38.75
780242 Produksi Ternak 34.30
780845 Tek Hasil Pertanian 39.86
781647 Teknik Elektro 47.08
781543 Teknik Mesin 45.83
781446 Teknik Sipil 44.36

Passing Grade Universitas Pattimura (UNPATTI)
860946 Agrobisnis 35.83
860343 Agronomi 34.44
860842 Ilmu Hama 40.13
861346 Ilmu Kelautan 44.25
860745 Ilmu Tanah 39.86
861041 Manaj SD Perairan 36.25
860447 Manajemen Hutan 38.02
862141 Pend. Biologi 36.25
862245 Pend. Fisika 38.05
862342 Pend. Kimia 39.16
862044 Pend. Matematika 38.61
860544 Produksi Ternak 33.05
860641 Tek Hasil Perikanan 36.11
861443 Teknik Industri 54.69
861547 Teknik Mesin 45.83
860142 Teknik Perkapalan 43.25
860246 Teknik Sist Perkapalan 41.52

Passing Grade Universitas Mulawarman (UNMUL)
500543 Agrobisnis 41.38
500446 Agronomi 34.58
500841 Budi Daya Perairan 38.86
501241 Ilmu Hama 35.97
501144 Ilmu Tanah 41.11
500945 Manaj SD Perairan 34.58
500647 Manajemen Hutan 35.72
502043 Pend. Biologi 37.91
502244 Pend. Fisika 37.77
502341 Pend. Kimia 37.22
502147 Pend. Matematika 36.38
501047 SosEk Perikanan 34.16
500744 Teknologi Hasil Hutan 38.88

Passing Grade Universitas Sam Ratulangie (UNSRAT)
851247 Agrobisnis 40.00
851046 Agronomi 40.00
850646 Arsitektur 44.86
852042 Budi Daya Perairan 36.86
851344 Ilmu Hama 39.02
850743 Ilmu Kelautan 43.80
851143 Ilmu Tanah 40.00
851947 Manaj SD Perairan 35.55
851746 Nutrisi Ternak 40.00
852243 Pemanf SD Perikanan 36.25
850147 Pendidikan Dokter 50.30
851642 Produksi Ternak 36.38
851843 SosEk Peternakan 37.22
852146 Tek Hasil Perikanan 36.75
851441 Tek Hasil Pertanian 41.80
850944 Teknik Elektro 51.52
850847 Teknik Mesin 45.83
851545 Teknik Pertanian 41.11
850244 Teknik Sipil 45.16

Passing Grade Universitas Gadjah Mada (UGM)
471225 Agronomi 45.05
471336 Arsitektur 53.61
471011 Biologi 47.72
471144 Budidaya Hutan 42.70
471285 Budidaya Perikanan 44.83
471211 Elektronika & Instrumentasi 52.04
471025 Farmasi 51.53
471152 Fisika 49.20
471425 Fisika Teknik 52.46
471203 Geofisika 50.19
471033 Geografi dan Ilmu Lingkungan 45.60
471085 Gizi Kesehatan 50.04
471322 Ilmu dan Industri Peternakan 47.72
471263 Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan 44.16
471071 Ilmu Keperawatan 46.04
471471 Ilmu Keperawatan Gigi 45.08
471182 Ilmu Komputer 51.80
471241 Ilmu Tanah 46.02
471041 Kartografi dan Penginderaan Jauh 44.56
471106 Kedokteran Hewan 48.19
471136 Kehutanan 43.50
471166 Kimia 51.50
471114 Manajemen Hutan 41.80
471306 Manajemen Sumberdaya Perikanan 40.69
471174 Matematika 48.44
471314 Mikrobiologi Pertanian 46.51
471055 Pembangunan Wilayah 51.26
471233 Pemuliaan Tanaman 45.33
471093 Pend. Dokter Gigi 52.35
471063 Pendidikan Dokter 57.70
471271 Penyuluhan dan Kom Pertanian 44.30
471344 Perencanaan Wilayah dan Kota 51.26
471255 Sosial Ekonomi Pertanian/Agribisnis 47.60
471196 Statistika 50.04
471463 Tek. Industri Pertanian 52.36
471455 Tek. Pangan dan Hasil Pertanian 47.66
471382 Teknik Elektro 61.65
471352 Teknik Geodesi dan Geomatika 50.10
471366 Teknik Geologi 49.65
471433 Teknik Industri 61.00
471374 Teknik Kimia 60.62
471396 Teknik Mesin 57.76
471411 Teknik Nuklir 55.30
471441 Teknik Pertanian 50.61
471403 Teknik Sipil dan Lingkungan 54.60
471122 Teknologi Hasil Hutan 42.25
471293 Teknologi Hasil Perikanan 41.25
471323 Teknologi Informasi 45.54

Passing Grade Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
511136 Arsitektur 55.27
511055 Biologi 46.00
511011 Fisika 48.19
511041 Kimia 50.66
511025 Matematika 48.61
511166 Perencanaan Wilayah Kota 49.72
511211 Sistem Informasi 51.67
511033 Statistika 49.65
511071 Teknik Elektro 61.01
511093 Teknik Fisika 52.69
511152 Teknik Geomatika 48.16
511106 Teknik Industri 60.72
511203 Teknik Informatika 62.44
511182 Teknik Kelautan 53.00
511085 Teknik Kimia 60.00
511144 Teknik Lingkungan 51.50
511114 Teknik Material 50.65
511063 Teknik Mesin 56.77
511174 Teknik Perkapalan 59.86
511122 Teknik Sipil 53.75
511196 Teknik Sistem Perkapalan 55.97

Passing Grade Institut Teknologi Bandung (ITB)
351015 FITB 53.47
351031 FMIPA 52.94
351083 FTI 64.93
351091 FTMD 53.23
351045 FTSL 53.20
351023 FTTM 53.57
351104 SAPPK 57.00
351053 Sekolah Farmasi 54.71
351061 SITH 51.20
351075 STEI 65.07

Passing Grade Universitas Diponegoro (UNDIP)
431184 Arsitektur 52.32
431065 Biologi 43.72
431124 Budidaya Perairan 42.60
431081 Fisika 46.83
431043 Ilmu Gizi 50.04
431146 Ilmu Kelautan 46.94
431035 Ilmu Keperawatan 43.58
431013 Ilmu Kesehatan Masyarakat 51.66
431102 Ilmu Komputer 51.69
431073 Kimia 47.61
431116 Manajemen Sumberdaya Perairan 40.69
431051 Matematika 45.27
431154 Oseanografi 46.81
431132 Pemanfaatan SD Perikanan 40.55
431021 Pendidikan Dokter 55.31
431295 Peternakan 45.19
431214 Psikologi 49.52
431281 Sistem Komputer 50.08
431095 Statistika 47.88
431213 Teknik Elektro 59.00
431273 Teknik Geodesi 50.10
431265 Teknik Geologi 46.96
431235 Teknik Industri 56.69
431205 Teknik Kimia 58.72
431243 Teknik Lingkungan 49.66
431192 Teknik Mesin 53.66
431221 Teknik Perencanaan Wilayah & Kota 50.66
431251 Teknik Perkapalan 54.77
431176 Teknik Sipil 52.52
431162 Teknologi Hasil Perikanan 49.16

Passing Grade Universitas Indonesia (UI)
311136 Arsitektur 56.02
311233 Arsitektur Interior 51.41
311063 Biologi 49.30
311071 Farmasi 52.60
311041 Fisika 49.00
311085 Geografi 45.75
311255 Gizi 50.04
311152 Ilmu Keperawatan 47.00
311166 Ilmu Komputer 51.69
311174 Kesehatan Masyarakat 51.94
311055 Kimia 51.60
311033 Matematika 47.95
311025 Pend Dokter Gigi 52.60
311011 Pendidikan Dokter 58.10
311225 Sistem Informasi 50.00
311114 Teknik Elektro 61.51
311182 Teknik Industri 61.40
311144 Teknik Kimia 61.00
311211 Teknik Komputer 50.00
311203 Teknik Lingkungan 53.88
311106 Teknik Mesin 59.00
311122 Teknik Metalurgi dan Material 51.66
311196 Teknik Perkapalan 48.03
311093 Teknik Sipil 55.00
311241 Teknologi Bioproses 44.50

Passing Grade Universitas Negeri Jenderal Sudirman (UNSOED)
410641 Agrobisnis 40.55
410544 Agronomi 41.66
410246 Biologi 42.72
410745 Ilmu Hama 41.52
410842 Ilmu Tanah 43.75
411242 Kimia 41.75
411346 Matematika 42.16
411041 Nutrisi Ternak 40.00
410946 Pemuliaan Tanaman 41.11
411211 Pend. Dokter Gigi 58.28
410343 Produksi Ternak 40.80
411142 SosEk Peternakan 39.86
410447 Tek Hasil Pertanian 47.16

Passing Grade Universitas Padjajaran (UNPAD)
262142 Agrobisnis 45.49
261943 Agronomi 42.54
260947 Biologi 43.51
261146 Farmasi 52.42
260843 Fisika 40.32
262246 Ilmu Hama 40.53
262641 Ilmu Keperawatan 45.60
262045 Ilmu Tanah 45.21
260746 Kimia 45.43
261347 Manaj SD Perairan 39.22
260545 Matematika 44.25
262745 Nutrisi Ternak 43.56
261645 Pemuliaan Tanaman 41.54
361092 Pend. Dokter Gigi 50.75
361016 Pendidikan Dokter 56.78
260441 Produksi Ternak 38.13
261243 Psikologi 53.28
262946 SosEk Peternakan 43.03
260642 Statistika 46.21
262842 Tek Hasil Ternak 43.32
262544 Teknik Geologi 44.21
261541 Teknik Pertanian 42.59
262343 Teknologi Pangan 47.74

Passing Grade Universitas Sriwijaya (UNSRI)
181544 Agrobisnis 39.86
181246 Agronomi 39.02
181142 Biologi 42.38
180943 Fisika 41.38
181641 Ilmu Hama 40.27
181343 Ilmu Tanah 39.86
181045 Kimia 40.16
180846 Matematika 41.26
181946 Nutrisi Ternak 40.00
182145 Pend. Biologi 39.16
182346 Pend. Fisika 39.16
182242 Pend. Kimia 36.52
182041 Pend. Matematika 39.44
180645 Pendidikan Dokter 51.66
181447 Penyuluhan Pertanian 38.88
181745 Tek Hasil Pertanian 41.11
180541 Teknik Elektro 56.11
180347 Teknik Kimia 51.66
180444 Teknik Mesin 51.66
180243 Teknik Pertambangan 52.08
181842 Teknik Pertanian 42.83
180146 Teknik Sipil 52.91

Passing Grade Universitas Jember (UNEJ)
760543 Agrobisnis 37.69
760342 Agronomi 39.86
761241 Biologi 42.72
761047 Fisika 43.05
760647 Ilmu Hama 40.97
760446 Ilmu Tanah 41.25
761144 Kimia 42.75
760945 Matematika 41.66
760841 Pend Dokter Gigi 45.66
762244 Pend. Biologi 39.16
762147 Pend. Fisika 40.33
762043 Pend. Matematika 40.22
761345 Pendidikan Dokter 52.12
760245 Tek Hasil Pertanian 44.90
760744 Teknik Pertanian 43.94

Passing Grade Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
211344 Biologi 43.29
211642 Fisika 43.08
211947 Ilmu Keolahragaan 42.14
211545 Kimia 43.08
210847 Pend Teknik Bangunan 40.50
210341 Pend. Biologi 40.55
210147 Pend. Fisika 39.51
210244 Pend. Kimia 40.19
210445 Pend. Matematika 40.22
211247 Pend. Teknik Elektro 43.13
210944 Pend. Teknik Mesin 42.65
Coretan Selengkapnya...