Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Januari 2014

WELCOME BRIGHTER 2014


Toett... Toeett... Toooettt...
Suara terompet bersahut-sahutan menandai pergantian tahun 2013. Banyak yang merayakannya dengan berjalan berarak atau menyelenggarakan pesta meriah di tempat-tempat keramaian, tak sedikit pula yang merayakannya bersama di rumah bersama keluarga terkasih, namun tak terbilang juga orang-orang yang kurang beruntung yang melewatkannya begitu saja.
Lagu-lagu sukacita dikumandangkan, makanan dan minuman lezat penggugah selera disajikan, lantunan doa penuh syukur dan harapan dipanjatkan, menyambut tahun yang baru - tahun 2014.

Yaaapp... SELAMAT  TAHUN BARU 2014, teman-teman wana-warni.
(walaupun sedikit terlambat mengucapkannya, tetapi masih terasa kok aroma tahun barunya hingga saat ini. Hehehe...)

Apa saja resolusi, keinginan, dan harapan teman-teman warna-warni?? Semoga segala berkat yang terbaik diberikan atas kehidupan yang penuh warna ini. Amin.


Ngomong-ngomong soal resolusi dan harapan, saya juga punya nih. (Siapa yang nanya?!)
Berhubung saya berulang tahun di awal tahun yang dekat dengan tahun baru, SELAMAT ULANG TAHUN buat saya.
  
Hahaha... setidaknya saya bisa sedikit berbangga, di saat teman-teman sebaya dan seangkatan saya tahun ini akan menginjakkan usia kepala 3, saya masih dua tahun lagi menyusul mereka karena dulu saya masuk SD curi start dua tahun. Yeaa... walaupun orang bijak mengatakan kedewasaan bukan masalah usia, tapi paling tidak saya masih lebih imut dari teman-teman sebaya saya.  

Saya juga bersyukur karena tahun ini saya naik golongan, yang artinya naik gaji (ehheeemmm...) dan juga naik tanggung jawab. Semoga pekerjaan tahun ini berjalan lancar dan dibukakan jalan kemudahan dariNya.

Nih dia sekian dari beberapa resolusi dan harapan saya:
  1. Punya hubungan pribadi yang diperbarui dan lebih baik lagi dengan TUHAN, dan melayani dengan lebih sungguh-sungguh lagi. Tahun 2013 kemarin saya banyak kacau deh... Tahun ini bersiap lebih fokus lagi pelayanan musik, terus bersiap merintis pelayanan anak Sunday School dan pemuda di daerah. Huufffhh... help me Lord GOD.
  2. Kesehatan selalu dipelihara, dijauhkan dari segala sakit-penyakit. Tahun ini kudu menurunkan banyak kelebihan berat badan nih. Jaga pola makan dan hidup sehat. PR besar!
  3. Renovasi rumah dan isinya selesai tahun ini. Butuh biaya yang tidak sedikit. Be patient... TUHAN pasti mencukupkan.
  4. Belajar menyetir! Dari tahun kemarin tidak kesampaian, selalu teralihkan dengan kegiatan lain.
  5. Kursus resmi bahasa asing, pilih Spanyol atau Perancis. Rasanya kurang afdhal selama ini cuma belajar otodidak.
  6. Baca buku minimal 2 dalam sebulan. Yupp... saya lagi merintis untuk kembali bergiat membaca buku nih. Mulai dari yang ringan-ringan dulu deh. Saya lagi mengoleksi buku THE MORTAL INSTRUMENTS Series - Cassandra Clare 
    Seri 1 - 4 sudah dapat, yang 5 dan 6 belum! Saya dengan tangan terbuka menerima dari siapa saja bukunya sebagai kado. Hehehe... Film seri pertama The Mortal Instruments: City of Bones juga sudah release dan sudah selesai ditonton.

Yaahh... mencoba mencari rasa baru aja, bosan membaca buku-buku berbau sains, manajemen dan pengembangan diri, teologi, dll. Kesannya s-o-k  b-g-t gitu dehh... (Baru nyadar toh...?!)

Kalau untuk harapan-harapan yang lain, saya tidak ingin bermuluk-muluk. Biarlah semua berjalan apa adanya, sesuai kehendak Sang Pemberi Hidup. Tidak salah memang untuk berharap, tetapi ketika harapan itu tidak tercapai, saya takut kecewa lagi dan lagi. Terkadang dalam hidup memang ada fase kita mundur, jatuh dan entah apa sebutan-sebutan lainnya. Intinya adalah bagaimana kita bisa bangkit dan maju. Hidup itu tidak ubahnya layak anak panah di tangan pahlawan. Kita harus ditarik mundur dulu ke belakang sehingga saat dilepaskan, kita akan melesat sangat jauh ke depan menuju sasaran.

Sekali lagi, selamat tahun baru teman-teman.
GOD blesses us.
Coretan Selengkapnya...

Minggu, 05 Mei 2013

SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL - SELAMAT HARI KEBANGKITAN NASIONAL


Bulan MEI ini bangsa Indonesia memperingati 2 (dua) hari nasional sekaligus, yaknik Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei, dan Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei.
Kebangkitan nasional tentu sangat erat kaitannya dengan pendidikan nasional. Di tengah berbagai carut-marut dunia pendidikan Indonesia yang belakangan ini santer disoroti terlebih saat menjelang pelaksanaan ujian nasional (UN), kita tidak boleh berkecil hati. Pendidikan adalah modal utama bangsa Indonesia agar lebih maju dan terpandang, memiliki moral dan ahlak, serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, dan golongan.

Miris rasanya melihat keadaan bangsa yang mana pejabat-pejabatnya tidak lagi malu mempertontonkan rangkaian demi rangkaian perilaku bejat dan nista, dimana korupsi bukan lagi dipandang sebagai hal yang tabu, korupsi dilakukan oleh pemuka-pemuka partai yang bernafaskan ajaran agama tertentu, korupsi marak dilakukan di instansi yang ironisnya adalah merupakan instansi pendidikan dan agama; aparat keamanan dan penegak hukum yang seyogyanya menjadi pengayom dan pelindung masyarakat justru saling serang demi mempertunjukkan kekuasaan kesatuan mereka yang paling unggul; perilaku kriminal sudah menjadi wajah sehari-hari yang kita baca dan kita lihat di berbagai media, orangtua tega membunuh anaknya sendiri atau sebaliknya; generasi muda yang tidak mempedulikan budayanya sendiri tetapi lebih cinta kepada produk-produk impor dan budaya instan luar negeri, serta entah beragam lagi potret budaya dan pendidikan Indonesia yang tak cukup dibariskan dalam satu halaman tulisan panjang dalam blog.

Semoga Indonesia bisa benar-benar bangkit dari keterpurukan, bangkit menjadi lebih terdidik, bangkit dan sejajar dengan bangsa-bangsa beradab lainnya di dunia.

SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL

SELAMAT HARI KEBANGKITAN NASIONAL
Coretan Selengkapnya...

Jumat, 22 Juni 2012

A K Y



Aky was here...
26-02-2012 - 21-06-2012





Coretan Selengkapnya...

Senin, 18 Juni 2012

My Beloved Puppy Disappears

Duuuhh... pas banget posting sebelumnya tentang film Hachiko yang mengharu biru, tulisan ini aku buat saat anjing kesayangan aku, Aky baru menghilang dalam 2 hari ini.
Barky Subarkibong biasa dipanggil Aky ini mulai aku pelihara sejak 26 Februari lalu. Buntutnya yang ga terlalu panjang dengan bulu yang hitam legam mengkilap dan bola mata yang bulat hitam membuat aku jatuh cinta pertama kali melihatnya.
Aky doyan banget minum susu, makan sosis, donat, tempe goreng tepung yang kriuk-kriuk renyah. Tidak lupa daging dan tulang ayam bumbu kalasan jadi menu favoritnya tiap hari.
Aky ga pernah dikurung. Setiap malam, dia dibiarkan bebas melenggang di dapur. Kebiasaan Aky setiap subuh pasti menggedor-gedor pintu dapur minta dibukakan pintu untuk buang air di luar rumah. Kira-kira jam 6 pagi dia pun kembali menggedor-gedor pintu  sambil sesekali menggaruk-garuk kaca jendela depan minta masuk. Dia juga tahu kalo aku dan kakakku punya kebiasaan sarapan di kamar depan sambil nonton tv. Dia pun duduk manis di bawah jendela yang terbuka lalu minta secuil makanan yang kami sodorkan lewat jendela.
Sebelum berangkat ke kantor, Aky pun diberi makan dan dimasukkan lagi ke dapur hingga kami pulang lagi siang hari pas jam break kantor. 
Saat-saat yang menyenangkan adalah ketika aku datang membuka pintu, dia langsung bergejolak heboh sambil menggoyang-goyangkan ekornya, berdiri dengan kedua kaki belakangnya dan mmenyambut riang kepulanganku.
Yahh... begitulah rasanya dikangenin dan dinanti-nantikan. Kalo misalnya kita telat menyiapkan makan siangnya, Aky pasti ngambek dan melirik dengan tajam. "Huuuhh... lama banget sih?! Udah laper nih!"
*menyeka air mata yang udah mulai menggenang di pelupuk mata*

Aky juga jago main kejar dan tangkap bola. Aky biasa main bola tenis dan bola basket. Dia bisa menggondol bola tenis di mulutnya sekaligus mencengkeram bola basket dengan keempat kakinya. Maruk banget dah...!!

Aky juga suka banget tidur di kamar AC. Mungkin karena cuaca di kota ini yang sangat panas ditambah dengan bulu Aky yang tebal, membuat dia sering mencari tempat yang teduh dan dingin. Kalo udah tidur, ga jarang Aky tidur telentang dengan keempat kakinya menengadah ke atas. Hahaha...

Satu lagi, Aky jago banget menggali lubang dalam tanah. Entah udah berapa banyak lubang galian yang udah dia buat di sekitar pekarangan. Aaahhh... bakat jadi kontraktor juga dia! Belum lagi hobinya menarik-narik kaos kaki, menyeret-nyeret keset kaki dan menggigit-gigit sapu. Aaaiiihhh... udah banyak barang-barang di rumah yang rusak karena ulahnya.

29 Mei kemarin, Aky mendapat saudara (abang) baru, namanya Buddy - biasa dipanggil Ady. Ady ini jauh lebih tua, mungkin sudah 1 tahun lebih umurnya. Walo lebih tua, badan Ady sedikit lebih pendek daripada Aky. Mungkin karena gizi Aky lebih dari cukup kali yaa... Hehehe
Ady adalah anjing yang kabur ke rumah kakak aku karena ga betah di rumah asal tuannya. Ady aku pelihara karena ga tega mendengar dia akan dibunuh oleh tuannya itu jika masih mendapati di rumah kakak aku. Sejak saat itu, Ady pun resmi dipanggil Abang dan Aky jadi Adik.
Ady sedikit lebih kalem sementara Aky suka rusuh. Ady bisa bertahan bila seharian ga makan, namun Aky jangan ditanya bisa bikin rumah berantakan kalo telat makan. Mereka berdua saling melengkapi! Abang Ady yang udah duluan lahir ke dunia mengajarkan Aky cara berkelahi secara Aky sendiri belum pernah berkelahi dengan anjing mana pun sebelumnya. Aky sepertinya tergila-gila dan menyukai abangnya, Ady. Mereka ga terpisahkan. Berdua mereka mengejar dan mengusir ayam tetangga yang masuk ke halaman rumah, bersama mereka menggali tanah dan membuat kerusuhan lainnya.
Tapi anehnya, sejak 15 Juni kemarin Aky bertingkah aneh. Dia mulai cemburu dengan abangnya. Dia merasa seolah-olah dirinya dinomorduakan, merasa diperlakukan ga adil oleh kami kakak-kakaknya. "Aku duluan ada di rumah ini. Aku dipelihara sejak kecil, kenapa sekarang ada anjing asing disini? Kenapa jatah makananku dibagi dengan dia? Kenapa aku sekarang sering dimarahi karena ga bisa kalem kayak dia? Kenapa? Kenapa...??"
Mungkin kalo Aky protes, dia akan bilang kayak gitu. Secara ekstrim dia mulai menunjukkan kekecewaannya. Dia menyerobot jatah makan abangnya, dia menyalak menggonggongi abangnya yang lagi tiduran, bahkan dia juga ga rela kalo kami mengelus dan membelai abangnya. Menurut Aky, cuma dia yang bisa disayang! Titik.
Mungkin anjing punya batas kesabaran juga kali yaa... Akhirnya Ady pun ga mau tinggal diam lagi. Setelah berhari-hari mencoba kalem menghadapi kelakuan Aky, Ady pun membalas untuk berkelahi. Kali ini mereka berkelahi beneran, ga bercanda seperti biasanya. Aky pincang, dahinya berdarah. Aky kalah, dan dia pun kabur dari rumah.
16 Juni, Aky sempat pulang ke rumah dalam keadaan kucel berlumuran lumpur, basah dan badannya menggigil. Mungkin karena sehari penuh ga makan. Menangis sedih melihat keadaannya saat itu. Langsung kita kasih susu hangat dan sosis kesukaannya. Namun lagi-lagi Ady datang menghampiri dan langsung menyerang Aky. Aky yang udah lemas ga sanggup membalas, dan memilih kabur lagi padahal makanannya belum sempat dihabiskannya. Seharian pun kita habiskan waktu dengan mencari Aky di sekitar kompleks perumahan, namun kayaknya Aky udah kabur terlalu jauh karena takut dan menghindari abangnya.
Kasian Barky kecilku...
Monkey Emoticons

Akiiiiyyyy... pulang ya, Dek. Rumah ini masih rumahmu. Kamu udah aku pelihara dari kecil. Aku tahu kamu paling ga bisa kelaparan. Aku tahu di luar sana terlalu kejam untuk anjing yang ga punya pengalaman liar kayak kamu. Kamu bisa sakit, Dek...
Aku janji bakal terus menyayangi kamu.
Kamu pulang yaaaa...

Coretan Selengkapnya...

Sabtu, 30 Juli 2011

30.07.2001- 30.07.2011


mengenang 10 tahun kepergianmu, ibu...
ingin rasanya kembali menjadi anak kecil lagi & berlari manja ke arahmu sambil merengek tentang segala sesuatu yang menjadi tanda kebawelanku yang dulu acap kali merepotkanmu...
selamat berbahagia bersama denganNya, ibu...
Coretan Selengkapnya...

Senin, 25 April 2011

Doa Kupu-kupu


Tuhan,
terkadang kami suka lupa diri
tak jarang kami suka meninggikan hati.
Namun sebaris pinta kami
tulus dari dasar sanubari
ingatkan kami bila kami jadi belagu,
bahwa dulu kami hanya seekor ulat bulu,
hanya seekor pengganggu,
timbulkan gatal bagai kutu.

Tuhan,
Ingatkan kami saat kami sombong,
dulu kami hanya sebuah kepompong.
bagai pertapa yang terasing, hening, kosong,
terbentuk dalam masa bengong.

Tuhan,
saat kami kini menjadi kupu-kupu
terbang dengan sayap bentukan-Mu
menabur serbuk, warnai dunia yang kelabu
Secantik dan setampan apa rupa kami,
sehebat dan sepentingnya diri kami,
ingatkan kami selalu,
bila kami hanya seekor ulat bulu.

Coretan Selengkapnya...

Minggu, 24 April 2011

Sepucuk Surat kepada Presiden


Dear Mr. President, come take a walk with me
(Take a walk with me)
Let's pretend we're just two people and you're not better than me
I'd like to ask you some questions if we can speak honestly


Selamat malam Bapak Presiden Pemimpin Bangsa,
Saya menulis surat ini saat mendengar dan membaca berita di berbagai media bahwa Bapak terkena penyakit stroke. Saya mengharapkan, semoga sakit Bapak tidak berkepanjangan yang dapat menghambat kinerja Bapak dalam memimpin bangsa ini.

Saya juga mengharapkan semoga juga surat ini tidak mengganggu tidur lelap Bapak, semoga selimut mewahmu selalu menghangatkanmu dari dinginnya malam, semoga alunan musik klasik dalam kamarmu tidak mengganggumu dari jeritan dan pekikan rakyatmu yang kelaparan.
Terlalu lancang rasanya apabila rakyat jelata seperti saya datang tengah malam, mengetuk pintu istanamu yang megah, mengganggu tidurmu dan hanya ingin berbincang, membicarakan kegelisahan ini. Dengan segala kerendahan hati, saya mencoba untuk mencurahkannya melalui selembar surat kotor ini.

What do you feel when you see all the homeless on the street?
Who do you pray for at night before you go to sleep?
What do you feel when you look in the mirror? Are you proud?

Percayalah di balik tidur lelapmu Bapak, ada sebagian dari rakyatmu yang tidak bisa tidur. Sebagian dari kami terjaga karena tidak memiliki alas untuk sekedar merebahkan badan yang lelah karena seharian berpeluh di bawah terik matahari demi sesuap nasi.
Sebagian terlalu takut dan gelisah menghadapi hari esok, karena berbagai aksi teror dan kekerasan oleh beberapa oknum yang menganggap diri mereka lebih baik dibanding kalangan tertentu. Sebagian terlalu takut menghadapi segala kebijakan dan keputusan yang diambil di masa kekuasaanmu. Tidak berani menebak-nebak…

How do you sleep while the rest of us cry?
How do you dream when a mother has no chance to say goodbye?
How do you walk with your head held high?
Can you even look me in the eye? And tell me why?

Tahukah Bapak Presiden, ‘kejutan-kejutan’ yang sudah kau berikan kemarin dan sebelumnya, sungguh menghancurkan segala harapan, menyayat hati, membungkam senyum-senyum kecil rakyatmu yang semestinya kau cintai dank au lindungi, melebarkan tangis duka anak-anak bangsa yang tak bergizi, melukai ibu pertiwi.
Entah kejutan-kejutan apalagi yang akan Bapak berikan kepada kami esok hari – apakah racun yang kau berikan untuk anak-anak dan bayi-bayi kami sehingga kurang gizi? Apakah harga pangan yang akan terus kau naikkan, mengimpor bahan pangan di tengah-tengah julukan negeri lumbung padi? Apakah BBM yang akan kau tiadakan, sementara kilang minyak bertebaran di berbagai pelosok negeri? Apakah ketidakadilan hukum yang kau pamerkan? Ataukah teror yang akan kau hidangkan untuk kami esok pagi? Atau… entah apalagi kado istimewa yang akan kau suguhkan untuk kami, tentunya sangat mengejutkan bukan?

Dear Mr.President, were you a lonely boy?
(Were you a lonely boy?)
Are you a lonely boy?
(Are you a lonely boy?)
How can you say, no child is left behind?
We're not dumb and we're not blind
(We're not blind)
They're all sitting in your cells while you pave the road to hell

Bapak Presiden yang terhormat, mungkin musik indah pengantar tidurmu terlalu syahdu dan mendayu-dayu sehingga kau benar-benar tidak mendengar pekikan dan jeritan kami. Tapi, saya yakin bahwa Presiden kami bukanlah pemimpin yang tuli dan buta, apalagi tidak punya hati nurani. Kau tidak hidup sendirian di negara ini. Ada dua ratus tiga puluh juta rakyat yang tinggal bersama dengan Bapak di bumi pertiwi ini, dua ratus tiga puluh juta jiwa yang mencari hidup dan penghidupan di negeri yang tanahnya sudah kami injak puluhan tahun, yang udaranya kami hirup setiap hari, yang hasil buminya memberi makan mulut-mulut kami.


Dengan penuh kerendahan hati dan tanpa merngurangi rasa hormat, saya minta kepada Bapak, tolong perhatikan nasib kami. Masih banyak rakyat yang Bapak pimpin tidak bisa menikmati pendidikan, masih banyak rakyat yang kelaparan, masih banyak rakyat yang sakit-sakitan, masih banyak rakyat yang pengangguran, masih banyak rakyat yang hidup dalam kesusahan. Susah payah hanya sekedar untuk makan, sekedar untuk mendapat pendidikan, sekedar untuk mendapat fasilitas kesehatan, sekedar untuk mendapat air bersih, sekedar untuk mendapat bahan bakar murah, sekedar untuk mendapat tempat tinggal yang memadai.

What kind of father would take his own daughter's rights away?
And what kind of father might hate his own daughter if she were gay?
I can only imagine what the first lady has to say
You've come a long way from whiskey and cocaine

Bapak, saya tak mengerti tentang hukum dan politik, pun saya tak ingin tahu banyak tentang keduanya. Saya warga negara biasa yang sudah cukup puas dengan kehidupan yang layak dan pekerjaan yang baik. Hukum dan politik bukan bidang kami, dan barangkali kami memang tak perlu memahaminya, karena seperti yang sering dibilang orang, hukum dan politik itu klise, bisa dibeli dengan uang dan kekuasaan! Namun, kali ini, izinkan kami bersuara.

Prihatin tak lagi cukup, Bapak. Beragam janji dan instruksi tidak lagi mampu membungkam mulut kami, karena kami sudah kenyang dengan janji. Kami lelah menunggu tanpa daya. Kami letih menonton tanpa bisa berbuat apa-apa.



How do you sleep while the rest of us cry?
How do you dream when a mother has no chance to say goodbye?
How do you walk with your head held high?
Can you even look me in the eye?

Nyanyian dari bibirmu sudah cukup kami dengarkan, Bapak. Kini kami menanti sesuatu yang lain. Kami tak minta banyak, Bapak. Kami hanya ingin orang yang kami pilih mampu menyediakan keamanan bagi kami. Kami ingin bisa beribadah dengan damai. Kami ingin bisa melalui jalan-jalan kota dengan tenteram. Kami ingin menikmati film dan pergi ke tempat-tempat hiburan dengan leluasa. Kami ingin bebas dari rasa takut dan teror.

Kami ingin pajak yang kami bayarkan digunakan untuk sebaik-baiknya kepentingan rakyat dan pembangunan negara, karena sekalipun kami hidup berkecukupan, jutaan penduduk Indonesia di lain pelosok masih belum menikmati kehidupan dan penghidupan yang layak. Sudah cukup kami merasa pedih melihat uang hasil jerih payah kami digunakan untuk plesiran anggota dewan yang terhormat yang notabene seringkali tidur, membolos bahkan mempertontonkan moral yang bejat saat sidang atas nama rakyat, sementara jutaan rakyat miskin mengais sampah dan makan nasi yang sudah basi setiap hari.

Kami ingin korupsi dan segala praktek tikus berdasi dihapuskan dari muka negeri ini. Kami jijik dengan tingkah laku para pengusa di gedung sirkus Senayan yang tampak alim dan berwibawa namun tak lebih dari seekor lintah penghisap darah dan serigala berbulu domba. Kami malu akan ‘prestasi’ yang diraih sebagai negara dengan tingkat korupsi yang sangat tinggi.

Kami muak dengan kekerasan. Kami muak dengan aksi semena-mena. Kami muak melihat nama Tuhan digadaikan demi hawa nafsu segelintir orang tertentu. Kami sudah lelah mencaci dan menangis.

Let me tell you 'bout hard work
Minimum wage with a baby on the way
Let me tell you 'bout hard work
Rebuilding your house after the bombs took them away

Let me tell you 'bout hard work
Building a bed out of a cardboard box
Let me tell you 'bout hard work, hard work, hard work
You don't know nothin' 'bout hard work, hard work, hard work


Saya bukanlah siapa-siapa di negeri ini.Saya hanya seorang perenung dan pengkhayal, yang berandai-andai dan bermimpi agar presiden kami paham tentang makna perjuangan, tentang penderitaan, juga tentang tekad, kerja keras dan sebuah cita cita.

How do you sleep at night?
How do you walk with your head held high?
Dear Mr. President, you'd never take a walk with me, would you?

Bapak Presiden, kami tak minta banyak, sungguh… Tolong dengarkan kami. Bergegaslah, lakukan sesuatu. Bertindaklah agar kami tahu orang yang kami pilih memang layak mengemban kepercayaan kami.
Penderitaan tak butuh retorika juga citra, sebab kelaparan tak butuh janji saat kampanye.
Bapak Presiden, bergegaslahjangan lagi menonton penderitaan rakyat lewat televisi. Terjun langsung dan lihat sendiri, tanpa harus membawa awak media dan para politisi.


Tertanda,

Rakyatmu yg Jelata

Coretan Selengkapnya...

Happy 2nd Anniversary


Untuk sepasang mata yang selalu bersinar lembut saat tatapan kita bertemu: I love you.

Untuk obrolan-obrolan santai waktu kita berkendara menyusuri jalan kota yang lengang hampir tiap malam: I love you.

Untuk curhat-curhatmu yang membuat saya merasa ‘penting’ dan dipercaya: I love you.

Untuk bercandaan yang garing tapi tetap kocak: I love you.

Untuk mendukung setiap pilihan yang saya jalani dalam hidup: I love you.

Untuk selalu ada bagi saya, kapan pun, dimana pun: I love you.

Untuk petuah-petuah berharga yang tidak menggurui: I love you.

Untuk nasehat-nasehat bijaksana yang tidak pernah membosankan didengar berulang kali: I love you.

Untuk memberi teladan lewat tindakan dan perbuatan, bukan kata-kata belaka: I love you.

Untuk ketekunan dan ketabahan yang membuat saya semakin mengerti makna bersyukur: I love you.

Untuk kerelaannya berkorban tanpa pernah mengharap pamrih: I love you.

Untuk senantiasa menekankan bahwa yang terpenting bukanlah apa yang kita miliki, melainkan bagaimana cara kita menjalani hidup: I love you.

Untuk tetap bertahan menghadapi saya dalam masa-masa sukar dimana saya menjelma jadi perempuan paling menyebalkan sedunia: I love you.

Untuk menjadi diri sendiri; sosok yang selalu membuat saya merasa nyaman dan dicintai apa adanya: I love you.

Untuk menempatkan saya sebagai prioritas, dalam hati dan kehidupan: I love you.

Untuk mengajarkan bahwa yang terpenting bukanlah pertalian darah, melainkan cinta yang dipilin dengan ketulusan tanpa pernah mementingkan diri sendiri: I love you.


Untuk cinta yang tanpa syarat, 24 jam sehari, 7 hari seminggu: I love you.

You are truly a blessing from God.
Thank you for being my partner, spouse, lover, and friend.

Happy 2nd Anniversary



Coretan Selengkapnya...

Jumat, 01 April 2011

April 1st



Selamat tinggal Maret. Selamat datang April


Hei April Apa kabar kamu?
Cantik sekali bulanmu April, dan aku suka namamu.
Di antara semua bulan, namamu yang paling aku suka
Karena di bulanmu ini, dua tahun lalu aku mengenal dan mencintai seseorang.
Di bulanmu ini, aku mengikat janji setia bersama dirinya.
Dan di bulanmu ini, kupanjatkan sebaris doa kepada Sang Maha Cinta.
Jadikanlah kiranya bulanmu indah untuknya
Berikan kehangatanmu dalam tiap malam-malamnya,
Pancarkan terangmu di setiap langkah hidupnya,
Guratkan senyum kebahagian di wajah dan di hatinya

Hei April…
Aku berharap bahwa bukan untuk kali ini saja kami mengingat dan mengenangnya. Aku berdoa, kiranya akan ada bagi kami april-april lain yang akan kami tapaki bersama yang penuh kasih dan ketulusan cinta.

Hei April…
Ingatkan aku merendahkan diri dan memohon kepada Tuhan untuk menjaga cintanya selalu…

Selamat datang April…







Coretan Selengkapnya...

Kamis, 31 Maret 2011

Surat Kepada TUHAN

Hati yang gamang di Planet Bumi, 31 Maret 2011



Kepada Yang Maha Mulia, Yang Maha Kasih, dan Yang Maha Tahu

Tuhan Pencipta Semesta dan Pemilik kehidupan
di Sorga
tempat segala ruang dan waktu yang terbatas aku pahami.

Dengan hormat,
Aku masih menganggapMu ada dan selalu menganggap demikian, makanya aku berkirim surat kepadaMu, Tuhanku.
Bersamaan dengan ini aku mohon ampun Tuhan atas kelancangan dan keangkuhanku merengkuh waktu untuk meraih perhatianMu. Ada sebuah tanda tanya besar yang sangat menyita kesabaranku ya Tuhan dalam melakoni drama kehidupan, hingga terbitlah surat ini kepadaMu.
Entah bila surat ini akan sampai di tanganMu – apakah setelah noktah terakhir dari surat ini, atau Engkau telah membacanya bahkan sebelum huruf awal dari isi surat ini kutuangkan. Ku tak peduli kapan, yang aku tahu hanyalah bahwa sejak aku kecil Engkau adalah Maha Tahu. Bahkan jauh sebelum dunia dijadikan pun, Engkau telah mengetahui apa yang telah, yang sedang, dan yang akan terjadi dalam dunia ini.
Kurangkai kegelisahan dan cerita hidup yang terangkum dalam memoriku yang mungkin tidak bagus untuk suatu ingatan yang tajam dan brilyan, hanya sebagai arsip pribadi, tapi bukan pula sekedar cerita pengisi waktu senggang.

Sebenarnya aku malu Tuhan, aku malu dengan terhadap diriku sendiri dan aku malu terhadap Tuhan yang memiliki hidupku. Aku takut Kau akan sangat sedih melihatku. Aku merasa terlalu banyak mengecewakanMu akhir-akhir ini. Aku telah mengerti dan memahami apa itu artinya kebahagiaan dan keselamatan di dalam Engkau, tapi masih saja aku bermuram dan merasa galau. Aku juga telah memahami sepenuhnya Engkau yang memegang hidup dan masa depan kami, tapi Aku terkadang-kadang aku masih bertanya-tanya akan janji dan penyertaanMu.
Mengapa Kau ijinkan hal-hal yang tidak adil dan tidak benar terjadi di dunia ini?
Mengapa ada perang, bencana, penindasan, tipu muslihat, sakit-penyakit, kelaparan, penderitaan dan airmata dimana-mana?
Mengapa ada orang-orang yang begelimang harta sementara yang lainnya harus mengais bak sampah untuk memuaskan lapar dan dahaga?
Mengapa aku harus memberikan pipi yang kanan jika ditampar pipi yang kiri?
Mengapa aku harus mencintai musuhku dan berdoa bagi mereka yang menganiaya aku?
Mengapa sepertinya aku harus selalu mengalah walau dirugikan dan diperlakukan tidak adil?
Mengapa aku harus bersabar atas banyak hal yang tidak menyenangkan di dunia ini?
Mengapa aku tidak boleh bersungut-sungut, tapi justru bersyukur atas semua keadaan?


Masih panjang daftar pertanyaan ‘mengapa’ yang aku punya Tuhan, namun aku yakin Engkau paling tahu akan segalanya. Tolong ya Tuhan, jawablah kiranya agar aku mengerti, karena aku merasa sangat lelah bertanya-tanya dan menanggung semua ini...




Salam,

AnakMu yang gamang.
Coretan Selengkapnya...

Selasa, 29 Maret 2011

Manusia Sombong

Bingung…

Kenapa manusia pada menyombongkan diri, sementara semuanya sama-sama makan nasi dan roti?
Kenapa ada yang bersikap acuh dan angkuh, jikalau hal itu hanya akan membuat dunia gaduh dan ricuh?
Kenapa juga manusia harus berujar dan bertingkah takabur, padahal ujung-ujungnya juga akan mati dalam kubur?
Coretan Selengkapnya...

Jumat, 25 Maret 2011

Sepertinya Aku Mulai Mencintai Kota Ini (2)

Tadi sore aku barusan keluar jalan-jalan mengitari kota, untuk sekedar melepas penat dan menghirup udara segar. Hhmmm… sudah lama sih sebenernya pengen bercerita lebih banyak tentang kota ini, kota tempat aku sekarang mencari hidup dan penghidupan.

Kota ini merupakan ibu kota provinsi yang terlahir di tengah hutan tanpa pernah tangan penjajah menyentuhnya, dan kini berkembang menjadi kota yang bersih dan hijau sesuai dengan komitmen pemerintah daerah sebagai green and clean province. Jikalau anda singgah di kota ini, jangan harap anda akan menemui jalan macet yang padat merayap ato sampah yang berserakan di pinggir jalan. Anda hanya dapat menarik nafas menghirup udara segar, meski sedang bersantai di pinggir jalan raya sekalipun. Pohon-pohon yang tumbuh di torotoar jalan pun akan meneduhkan anda.
Gambar 1: Torotoar jalanan kota yang sejuk dan asri
Ga bakalan rugi deh berjalan kaki di kota ini. Walopun kota ini ga pernah disentuh tangan penjajah, tapi kita bisa melihat perjuangan para pahlawan bangsa di taman perjuangan bangsa yang terletak tepat di depan kantor Gubernur. Setiap sore ada saja keluarga, anak muda, beserta pedagang jajanan jalan nongkrong bersama di sini. Hal ini menandakan kesan bahwa selain bisa bersantai menikmati keindahan taman kota, kita juga bisa belajar tentang perjuangan para pahlawan membela bangsa ini lewat relief yang terukit di dinding taman.
Gambar 2: Taman Perjuangan Bangsa dan Relief Dindingnya.

Di tengah taman tersebut ada pula patung seorang pemuda berbaju merah bercelana putih membawakan sebuah obor, menandakan semangat pemuda membangun sebuah bangsa.
Gambar 3: Patung Pemuda Bangsa di taman kota

Di pusat kota terdapat Bundaran Besar. Bundaran ini berada tepat di depan istana Gubernur, mengajak kita untuk menengok arti sebuah perjuangan dan jiwa kebangsaan. Terlihat gambaran dari patung-patung Tentara Republik Indonesia dan Pemuda yang bersama bahu-membahu mengenggam dan mengangkat tangannya; serta lambang hari kemerdekaan Indonesia yang ditunjukkan dengan sebuah tunggu setinggi 17 meter, 8 jalan protokol menuju tugu dan 45 meter jarak antara masing-masing ke delapan jalan tersebut yang menyatakan hari kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945.

Gambar 4: Patung TNI dan Pemuda di Bundaran Besar

Ya, betapa aku mulai mencintai kota ini. Bahwa untuk menjadi sebuah kota impian yang nyaman untuk dihuni dan ditinggali, tidak perlu gedung-gedung bertingkat pencakar langit yang bertebaran di sepanjang jalan protokol, tidak perlu banyak pusat hiburan malam yang ujung-ujungnya hanya menjadi tempat praktek prostitusi dan narkoba, tidak perlu ruas jalan yang lebar namun hanya membuat waktu kita terbuang di jalan akibat macet, tidak perlu pabrik-pabrik dan kendaraan-kendaraan bermotor memenuhi jalanan kalo akhirnya membuat polusi dan kebisingan  tingkat tinggi, tidak perlu arus informasi dan pergaulan yang terlalu bebas jikalau nantinya hanya akan merusak moral dan mental pemuda sebagai generasi penerus bangsa ini. Biarlah kota ini tetap begini – Kota Cantik yang sejuk, asri, bersih, nyaman dan ramah.
Coretan Selengkapnya...

Rabu, 23 Maret 2011

Sepertinya Aku Mulai Mencintai Kota Ini (1)

Yah, sepertinya aku mulai mencintai kota ini. Terlepas dari apa dan bagaimana pun keadaan kota ini, hatiku mulai tertambat sepenuhnya disini. Emang sih ga bisa dipungkiri bahwa sebagai ibukota sebuah provinsi, kota ini masih jauh dari pantas untuk mendapatkan sebutan demikian karena ‘kualitas dan kuantitas’nya yang boleh dikatakan masih setara dengan ibukota kecamatan. (Terlalu lebay, yak!)

Minimnya pusat-pusat hiburan masyarakat, harga-harga kebutuhan bahan pokok yang berbeda jauh dengan yang ada di Jawa, serta akses teknologi informasi yang masih terbatas menjadi alasan utama kenapa aku awalnya ga terlalu merasa nyaman untuk tinggal di kota ini.
"Kota ini seperti hidup segan, mati tak mau..." pikirku.

Kurang lebih 2 tahun yang lalu ketika pertama kali aku menginjakkan kaki di kota ini, jujur aku merasa ga berminat dengan kota ini. Sepertinya aku lebih nyaman dan familiar dengan kota kelahiranku, ato kota Gudeg tempat aku menempuh pendidikan tinggi, ato ibukota negara tempat asal aku sebelumnya, daripada kota ini…
Sebagai orang yang sebelumnya udah terbiasa dengan hedonisme kota metropolitan, aku kagok dan butuh waktu yang ga singkat untuk bisa menyesuaikan diri menerima keadaan.

Aku pindah ke kota ini pertengahan Juli 2009, namun bayangkan aja Cinema 21 (yang sekarang fokus muterin pilem-pilem produksi dalam negeri yang mengusung tema tak jauh dari dunia-dunia arwah dan pornografi terselubung) baru ada dibuka September, dua bulan kemudian. Aku yang biasanya cukup intens mengikuti perkembangan pilem keluaran terbaru sempat merasa geli sendiri. Semenjak ada pun, pilem-pilem yang diputer kebanyakan telat tayang dari jadwal loncing di Jakarta. Aku inget betul, pilem Step Up 2: The Street udah pernah aku tonton sebelumnya waktu aku masih di Jakarta pertengahan 2008, tapi tau ga sih itu pilem baru diputer medio 2010 kemaren menjelang sekuelnya yang ketiga akan diputer. Parah khan?
Palma

Ga ada gedung pencakar langit yang menjulang disini, bangunan yang paling tinggi yang ada hanya sampai kisaran 6-8 lantai aja, itupun bisa dihitung dengan sebelah tangan saja. Hal ini dikarenakan struktur tanah rawa yang ga terlalu mendukung untuk dibangun gedung-gedung tinggi. Kalopun dibangun gedung-gedung bertingkat akan memakan biaya operasional yang sangat besar untuk melapis dan memperkuat pondasi. Jadi, jangan bermimpi untuk menemukan gedung yang akan membuat anda menengadahkan kepala terlalu mendongak ke atas di sini. Sepanjang jalan yang akan anda temui kebanyakan adalah perumahan warga yang masih jarang-jarang, sungai, hutan maupun lahan-lahan kosong yang belum bertuan.


Harga kebutuhan pokok juga cukup melambung di sini. Kebanyakan masih didatangkan dari Jawa ato dari provinsi tetangga yang letaknya emang lebih dekat ke Jawa dan sudah maju duluan. Provinsi ini sih dulunya emang pemekaran dari provinsi tetangga itu, dan merupakan provinsi yang paling tertinggal dibanding dengan tetangga-tetangganya yang berada di satu pulau.
Faktor lain yang membuat harga barang-barang melambung karena yaa itu tadi, struktur tanah rawa gambut yang kurang baik untuk ditanami padi. Komoditas utama sektor agraria masih didominasi oleh perkebunan kelapa sawit yang sebenarnya kurang baik bagi tanah itu sendiri di beberapa puluh tahun yang akan datang. Alhasil, padi susah ditemui dan harga beras mencekik leher.
Jadinya, kalo lagi pengen beli-beli sesuatu seringkali harus jeli membandingkan harga di suatu tempat dengan tempat yang lain bahkan cenderung ga jadi beli karena aku yang udah tau kisaran harga aslinya duluan. Terpaksa deh hanya bisa menelan air liur. Huhuhuu…
Aquarius Boutique Hotel

Luwansa Hotel

Amaris Hotel

Gedung Batang Garing


Itu semua mah belom seberapa! Keterbatasan sumber daya manusia handal dan kompeten yang bisa diajak untuk berbagi dan bekerja sama, pengaruh tradisi leluhur yang masih kental dan berbau klenik, pola pikir masyarakat yang masih kolot dan kurang terbuka dengan perubahan baru yang positif, akses teknologi informasi yang masih minim dan masih banyaknya warga yang berada di  bawah garis kemiskinan juga mempertegas alasan ketidaknyamanan itu. Sektor pendidikan dan kesehatan juga masih perlu mendapat perhatian dan penanganan serius.
Sungai Kahayan

Salah satu sudut pemukiman warga

Sebenernya sih pengen menceritakan lebih rinci lagi tentang hal ini, tapi tangan udah keburu pegel duluan untuk mengetik panjang x lebar x tinggi. Toh inti cerita dari tulisan ini adalah aku pengen memberitahu kepada dunia bahwa aku tertarik akan kota ini, bukan sebaliknya justru menceritakan segala kekurangan yang ada. Tar deh aku certain lagi kenapa aku berubah pikiran menyukai kota ini di tulisan selanjutnya.
Coretan Selengkapnya...