Tampilkan postingan dengan label lain-lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lain-lain. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Mei 2013

SILSILAH DAN TAROMBO RAJA BATAK


“Bangsa yang besar adalah bangsa yang bangga akan budaya dan adat-istiadatnya, serta melestarikan budaya tersebut turun-temurun kepada generasi mudanya.”

Hhhmmm... Bukan bermaksud untuk rasisme, sukuisme, primordialisme, atau apapun itu berbagai sebutan –isme yang lain-lain, postingan kali ini tentang silsilah dari Ompu Raja Batak.
Jujur saja, walaupun saya sendiri besar di keluarga Batak, sampai saat ini saya tidak pernah tahu secara rinci tentang silsilah Raja Batak. Saya tidak pernah mengikuti ritual acara/kegiatan adat-istiadat Batak, pun saya tidak suka mengikuti perkumpulan marga tertentu (baik dari pihak ayah atau ibu saya).
Entah karena tampang saya yang sama sekali tidak menunjukkan raut wajah khas suku Batak, dari kecil (bahkan hingga saat ini) saya selalu dikira oleh tetangga, teman dan kenalan-kenalan saya sebagai orang Jawa. Dulunya, sehari-hari di rumah juga percakapan menggunakan Bahasa Indonesia. Kuliah di Jogja dan sering bergaul dengan orang-orang mayoritas suku Jawa (baik di tempat kuliah, tempat kerja, maupun di lingkungan rumah), praktis semakin membuat saya semakin men-jawa.

Jadi daripada saya dianggap sebagai kacang yang lupa kulit, saya akan menulis (lebih tepatnya menyalin-tempel) tentang silsilah leluhur saya itu.


SI RAJA BATAK mempunyai 2 orang putra, yaitu:
1. Guru Tatea Bulan
2. Raja Isombaon

GURU TATEA BULAN
Dari istrinya yang bernama Si Boru Baso Bburning, Guru Tatea Bulan memperoleh 5 orang putra dan 4 orang putri, yaitu :
* Putra (sesuai urutan):
1. Raja Uti (atau sering disebut Si Raja Biak-biak, Raja Sigumeleng-geleng), tanpa keturunan
2. Tuan Sariburaja (keturunannya Pasaribu)
3. Limbong Mulana (keturunannya Limbong).
4. Sagala Raja (keturunannya Sagala)
5. Silau Raja (keturunannnya Malau, Manik, Ambarita dan Gurning)

*Putri:
1. Si Boru Pareme (kawin dengan Tuan Sariburaja, ibotona)
2. Si Boru Anting Sabungan, kawin dengan Tuan Sorimangaraja, putra Raja Isombaon
3. Si Boru Biding Laut, (Diyakini sebagai Nyi Roro Kidul)
4. Si Boru Nan Tinjo (tidak kawin).

Tatea Bulan artinya "Tertayang Bulan" = "Tertatang Bulan".

Raja Isombaon artinya raja yang disembah. Isombaon kata dasarnya somba (sembah). Semua keturunan Si Raja Batak dapat dibagi atas 2 golongan besar:
1. Golongan Tatea Bulan = Golongan Bulan = Golongan (Pemberi) Perempuan. Disebut juga golongan Hula-hula = Marga Lontung.
2. Golongan Isombaon = Golongan Matahari = Golongan Laki-laki. Disebut juga Golongan Boru = Marga Sumba.

Kedua golongan tersebut dilambangkan dalam bendera Batak (bendera Si Singamangaraja, para orangtua menyebut Sisimangaraja, artinya maha raja), dengan gambar matahari dan bulan. Jadi, gambar matahari dan bulan dalam bendera tersebut melambangkan seluruh keturunan Si Raja Batak.

PENJABARAN
* RAJA UTI
Raja Uti (atau sering disebut Si Raja Biak-biak, Raja Sigumeleng-geleng). Raja Uti terkenal sakti dan serba bisa. Satu kesempatan berada berbaur dengan laki-laki, pada kesempatan lain membaur dengan peremuan, orang tua atau anak-anak. Beliau memiliki ilmu yang cukup tinggi, namun secara fisik tidak sempurna. Karena itu, dalam memimpin Tanah Batak, secara kemanusiaan Beliau memandatkan atau bersepakat dengan ponakannya/Bere Sisimangaraja, namun dalam kekuatan spiritual etap berpusat pada Raja Uti.

* SARIBURAJA
Sariburaja adalah nama putra kedua dari Guru Tatea Bulan. Dia dan adik kandungnya perempuan yang bernama Si Boru Pareme dilahirkan marporhas (anak kembar berlainan jenis, satu peremuan satunya lagi laki-laki).

Mula-mula Sariburaja kawin dengan Nai Margiring Laut, yang melahirkan putra bernama Raja Iborboron (Borbor). Tetapi kemudian Saribu Raja mengawini adiknya, Si Boru Pareme, sehingga antara mereka terjadi perkawinan incest.

Setelah perbuatan melanggar adat itu diketahui oleh saudara-saudaranya, yaitu Limbong Mulana, Sagala Rraja, dan Silau Raja, maka ketiga saudara tersebut sepakat untuk mengusir Sariburaja. Akibatnya Sariburaja mengembara ke hutan Sabulan meninggalkan Si Boru Pareme yang sedang dalam keadaan hamil. Ketika Si Boru Pareme hendak bersalin, dia dibuang oleh saudara-saudaranya ke hutan belantara, tetapi di hutan tersebut Sariburaja kebetulan bertemu dengan dia.

Sariburaja datang bersama seekor harimau betina yang sebelumnya telah dipeliharanya menjadi "istrinya" di hutan itu. Harimau betina itulah yang kemudian merawat serta memberi makan Si Boru Pareme di dalam hutan. Si Boru Pareme melahirkan seorang putra yang diberi nama Si Raja Lontung.

Dari istrinya sang harimau, Sariburaja memperoleh seorang putra yang diberi nama Si raja babiat. Di kemudian hari Si raja babiat mempunyai banyak keturunan di daerah Mandailing. Mereka bermarga Bayoangin.

Karena selalu dikejar-kejar dan diintip oleh saudara-saudaranya, Sariburaja berkelana ke daeerah Angkola dan seterusnya ke Barus.

SI RAJA LONTUNG
Putra pertama dari Tuan Sariburaja. Mempunyai 7 orang putra dan 2 orang putri, yaitu:
* Putra:
1.. Tuan Situmorang, keturunannya bermarga Situmorang.
2. Sinaga raja, keturunannya bermarga Sinaga.
3. Pandiangan, keturunannya bermarga Pandiangan.
4. Toga nainggolan, keturunannya bermarga Nainggolan.
5. Simatupang, keturunannya bermarga Simatupang.
6. Aritonang, keturunannya bermarga Aritonang.
7. Siregar, keturunannya bermarga Siregar.

* Putri :
1. Si Boru Anakpandan, kawin dengan Toga Sihombing.
2. Si Boru Panggabean, kawin dengan Toga Simamora.
Karena semua putra dan putri dari Si Raja Lontung berjumlah 9 orang, maka mereka sering dijuluki dengan nama Lontung Si Sia Marina, Pasia Boruna Sihombing Simamora.

Si Sia Marina = Sembilan Satu Ibu.
Dari keturunan Situmorang, lahir marga-marga cabang Lumban Pande, Lumban Nahor, Suhutnihuta, Siringoringo, Sitohang, Rumapea, Padang, Solin.

SINAGA
Dari Sinaga lahir marga-marga cabang Simanjorang, Simandalahi, Barutu.

PANDIANGAN
Lahir marga-marga cabang Samosir, Pakpahan, Gultom, Sidari, Sitinjak, Harianja.

NAINGGOLAN
Lahir marga-marga cabang Rumahombar, Parhusip, Lumban Tungkup, Lumban Siantar, Hutabalian, Lumban Raja, Pusuk, Buaton, Nahulae.

SIMATUPANG
Lahir marga-marga cabang Togatorop (Sitogatorop), Sianturi, Siburian.

ARITONANG
Lahir marga-marga cabang Ompu Sunggu, Rajagukguk, Simaremare.

SIREGAR
Lahir marga-marga cabang Silo, Dongaran, Silali, Siagian, Ritonga, Sormin.


* SI RAJA BORBOR
Putra kedua dari Tuan Sariburaja, dilahirkan oleh Nai Margiring Laut. Semua keturunannya disebut Marga Borbor.

Cucu Raja Borbor yang bernama Datu Taladibabana (generasi keenam) mempunyai 6 orang putra, yang menjadi asal-usul marga-marga berikut :

1. Datu Dalu (Sahangmaima).
2. Sipahutar, keturunannya bermarga Sipahutar.
3. Harahap, keturunannya bermarga Harahap.
4. Tanjung, keturunannya bermarga Tanjung.
5. Datu Pulungan, keturunannya bermarga Pulungan.
6. Simargolang, keturunannya bermarga Imargolang.

Keturunan Datu Dalu melahirkan marga-marga berikut :
1. Pasaribu, Batubara, Habeahan, Bondar, Gorat.
2. Tinendang, Tangkar.
3. Matondang.
4. Saruksuk.
5. Tarihoran.
6. Parapat.
7. Rangkuti.

Keturunan Datu Pulungan melahirkan marga-marga Lubis dan Hutasuhut.

Limbong Mulana dan marga-marga keturunannya
Limbong Mulana adalah putra ketiga dari Guru Tatea Bulan. Keturunannya bermarga Limbong yang mempunyai dua orang putra, yaitu Palu Onggang, dan Langgat Limbong. Putra dari Langgat Limbong ada tiga orang. Keturunan dari putranya yang kedua kemudian bermarga Sihole, dan keturunan dari putranya yang ketiga kemudian bermarga Habeahan. Yang lainnya tetap memakai marga induk, yaitu Limbong.

SAGALA RAJA
Putra keempat dari Guru Tatea Bulan. Sampai sekarang keturunannya tetap memakai marga Sagala.

SILAU RAJA
Silau Raja adalah putra kelima dari Guru Tatea Bulan yang mempunyai empat orang putra, yaitu:
1. Malau
2. Manik
3. Ambarita
4. Gurning

Khusus sejarah atau tarombo Ambarita Raja atau Ambarita, memiliki dua putra:
I. Ambarita Lumban Pea
II. Ambarita Lumban Pining

Lumban Pea memiliki dua anak laki-laki
1. Ompu Mangomborlan
2. Ompu Bona Nihuta
Berhubung Ompu Mangomborlan tidak memiliki anak/keturunan laki-laki, maka Ambarita paling sulung hingga kini adalah turunan Ompu Bona Nihuta, yang memiliki anak laki-laki tunggal yakni Op Suhut Ni Huta. Op Suhut Nihuta juga memiliki anak laki-laki tunggal Op Tondolnihuta.

Keturunan Op Tondol Nihuta ada empat laki-laki:
1. Op Martua Boni Raja (atau Op Mamontang Laut)
2. Op Raja Marihot
3. Op Marhajang
4. Op Rajani Umbul

Selanjutnya di bawah ini hanya dapat meneruskan tarombo dari Op Mamontang Laut (karena keterbatasan data. Op Mamontang Laut menyeberang dari Ambarita di Kabupaten Toba Samosir saat ini ke Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun. Hingga tahun 2008 ini, keturunan Op Mamontang laut sudah generasi kedelapan).

Op Mamontang Laut semula menikahi Boru Sinaga, dari Parapat. Setelah sekian tahun berumah tangga, mereka tidka dikaruniai keturunan, lalu kemudian menikah lagi pada boru Sitio dari Simanindo, Samosir.

Dari perkawinan kedua, lahir tiga anak laki-laki
1. Op Sohailoan menikahi Boru Sinaga bermukim di Sihaporas Aek Batu
Keturunan Op Sohailoan saat ini antara lain Op Josep (Pak Beluana di Palembang)

2. Op Jaipul menikahi Boru Sinaga bermukin di Sihaporas Bolon
Keturunan antara lain J ambarita Bekasi, dan saya sendiri (www.domu-ambarita.blogspot.com atau domuambarita@yahoo.com)

3. Op Sugara atau Op Ni Ujung Barita menikahi Boru Sirait bermukim di Motung, Kabupaten Toba Samosir.
Keturunan Op Sugara antara lain penyanyi Iran Ambarita dan Godman Ambarita


TUAN SORIMANGARAJA
Tuan Sorimangaraja adalah putra pertama dari Raja Isombaon. Dari ketiga putra Raja Isombaon, dialah satu-satunya yang tinggal di Pusuk Buhit (di Tanah Batak). Istrinya ada 3 orang, yaitu :
1. Si Boru Anting Malela (Nai Rasaon), putri dari Guru Tatea Bulan.
2. Si Boru Biding Laut (nai ambaton), juga putri dari Guru Tatea Bulan.
c. Si Boru Sanggul Baomasan (nai suanon).

Si Boru Anting Malela melahirkan putra yang bernama Tuan Sorba Djulu (Ompu Raja Nabolon), gelar Nai Ambaton.

Si Boru Biding Laut melahirkan putra yang bernama Tuan Sorba Jae (Raja Mangarerak), gelar Nai Rasaon.

Si Boru Sanggul Haomasan melahirkan putra yang bernama Tuan Sorbadibanua, gelar Nai Suanon.
Nai Ambaton (Tuan Sorba Djulu/Ompu Raja Nabolon)

Nama (gelar) putra sulung Tuan Sorimangaraja lahir dari istri pertamanya yang bernama Nai Ambaton. Nama sebenarnya adalah Ompu Raja Nabolon, tetapi sampai sekarang keturunannya bermarga Nai Ambaton menurut nama ibu leluhurnya.

Nai Ambaton mempunyai empat orang putra, yaitu:
1. Simbolon Tua, keturunannya bermarga Simbolon.
2. Tamba Ttua, keturunannya bermarga Tamba.
3. Saragi Tua, keturunannya bermarga Saragi.
4. Munte Tua, keturunannya bermarga Munte (Munte, Nai Munte, atau Dalimunte).
Dari keempat marga pokok tersebut, lahir marga-marga cabang sebagai berikut (menurut buku "Tarombo Marga Ni Suku Batak" karangan W. Hutagalung):

SIMBOLON
Lahir marga-marga Tinambunan, Tumanggor, Maharaja, Turutan, Nahampun, Pinayungan. Juga marga-marga Berampu dan Pasi.

TAMBA
Lahir marga-marga Siallagan, Tomok, Sidabutar, Sijabat, Gusar, Siadari, Sidabolak, Rumahorbo, Napitu.

SARAGI
Lahir marga-marga Simalango, Saing, Simarmata, Nadeak, Sidabungke.

MUNTE
Lahir marga-marga Sitanggang, Manihuruk, Sidauruk, Turnip, Sitio, Sigalingging.

Keterangan lain mengatakan bahwa Nai Ambaton mempunyai dua orang putra, yaitu Simbolon Tua dan Sigalingging. Simbolon Tua mempunyai lima orang putra, yaitu Simbolon, Tamba, Saragi, Munte, dan Nahampun.

Walaupun keturunan Nai Ambaton sudah terdiri dari berpuluih-puluh marga dan sampai sekarang sudah lebih dari 20 sundut (generasi), mereka masih mempertahankan Ruhut Bongbong, yaitu peraturan yang melarang perkawinan antarsesama marga keturunan Nai Ambaton.

Catatan mengenai Ompu Bada, menurut buku "Tarombo Marga Ni Suku Batak" karangan W Hutagalung, Ompu Bada tersebut adalah keturunan Nai Ambaton pada sundut kesepuluh.

Menurut keterangan dari salah seorang keturunan Ompu Bada (mpu bada) bermarga gajah, asal-usul dan silsilah mereka adalah sebagai berikut:
1. Ompu Bada ialah asal-usul dari marga-marga Tendang, Bunurea, Manik, Beringin, Gajah, dan Barasa.
2. Keenam marga tersebut dinamai Sienemkodin (enem = enam, kodin = periuk) dan nama tanah asal keturunan Empu Bada, pun dinamai Sienemkodin.
3. Ompu Bada bukan keturunan Nai Ambaton, juga bukan keturunan si raja batak dari Pusuk Buhit.
4. Lama sebelum Si Raja Batak bermukim di Pusuk Buhit, Ompu Bada telah ada di tanah dairi. Keturunan Ompu bada merupakan ahli-ahli yang terampil (pawang) untuk mengambil serta mengumpulkan kapur barus yang diekspor ke luar negeri selama berabad-abad.
5. Keturunan Ompu Bada menganut sistem kekerabatan Dalihan Natolu seperti yang dianut oleh saudara-saudaranya dari Pusuk Buhit yang datang ke tanah dairi dan tapanuli bagian barat.

NAI RASAON (RAJA MANGARERAK)
Nama (gelar) putra kedua dari Tuan Sorimangaraja, lahir dari istri kedua tuan Sorimangaraja yang bernama Nai Rasaon. Nama sebenarnya ialah Raja Mangarerak, tetapi hingga sekarang semua keturunan Raja Mangarerak lebih sering dinamai orang Nai Rasaon.

Raja Mangarerak mempunyai dua orang putra, yaitu Raja Mardopang dan Raja Mangatur. Ada empat marga pokok dari keturunan Raja Mangarerak:

Raja Mardopang
Menurut nama ketiga putranya, lahir marga-marga Sitorus, Sirait, dan Butar-butar.

Raja Mangatur
Menurut nama putranya, Toga Manurung, lahir marga Manurung. Marga pane adalah marga cabang dari sitorus.

NAI SUANON (tuan sorbadibanua)
Nama (gelar) putra ketiga dari Tuan Sorimangaraja, lahir dari istri ketiga Tuan Sorimangaraja yang bernama Nai Suanon. Nama sebenarnya ialah Tuan Sorbadibanua, dan di kalangan keturunannya lebih sering dinamai Ttuan Sorbadibanua.

Tuan Sorbadibanua, mempunyai dua orang istri dan memperoleh 8 orang putra.
Dari istri pertama (putri Sariburaja):
1. Si Bagot Ni Pohan, keturunannya bermarga Pohan.
2. Si Paet Tua.
3. Si Lahi Sabungan, keturunannya bermarga Silalahi.
4. Si Raja Oloan.
5. Si Raja Huta Lima.

Dari istri kedua (Boru Sibasopaet, putri Mojopahit) :
a. Si Raja Sumba.
b. Si Raja Sobu.
c. Toga Naipospos, keturunannya bermarga Naipospos.

Keluarga Tuan Sorbadibanua bermukim di Lobu Parserahan - Balige. Pada suatu ketika, terjadi peristiwa yang unik dalam keluarga tersebut. Atas ramalan atau anjuran seorang datu, Tuan Sorbadibanua menyuruh kedelapan putranya bermain perang-perangan. Tanpa sengaja, mata Si Raja huta lima terkena oleh lembing Si Raja Sobu. Hal tersebut mengakibatkan emosi kedua istrinya beserta putra-putra mereka masing-masing, yang tak dapat lagi diatasi oleh Tuan Sorbadibanua. Akibatnya, istri keduanya bersama putra-putranya yang tiga orang pindah ke Lobu Gala-gala di kaki Gunung Dolok Tolong sebelah barat.

Keturunana Tuan Sorbadibanua berkembang dengan pesat, yang melahirkan lebih dari 100 marga hingga dewasa ini.
Keturunan Si Bagot ni pohan melahirkan marga dan marga cabang berikut:
1. Tampubolon, Barimbing, Silaen.
2. Siahaan, Simanjuntak, Hutagaol, Nasution.
3. Panjaitan, Siagian, Silitonga, Sianipar, Pardosi.
4. Simangunsong, Marpaung, Napitupulu, Pardede.

Keturunan Si Paet Tua melahirkan marga dan marga cabang berikut:
1. Hutahaean, Hutajulu, Aruan.
2. Sibarani, Sibuea, Sarumpaet.
3. Pangaribuan, Hutapea.

Keturunan si lahi sabungan melahirkan marga dan marga cabang berikut:
1. Sihaloho.
2. Situngkir, Sipangkar, Sipayung.
3. Sirumasondi, Rumasingap, Depari.
4. Sidabutar.
5. Sidabariba, Solia.
6. Sidebang, Boliala.
7. Pintubatu, Sigiro.
8. Tambun (Tambunan), Doloksaribu, Sinurat, Naiborhu, Nadapdap, Pagaraji, Sunge, Baruara, Lumban Pea, Lumban Gaol.

Keturunan Si Raja Oloan melahirkan marga dan marga cabang berikut:
1. Naibaho, Ujung, Bintang, Manik, Angkat, Hutadiri, Sinamo, Capa.
2. Sihotang, Hasugian, Mataniari, Lingga.
3. Bangkara.
4. Sinambela, Dairi.
5. Sihite, Sileang.
6. Simanullang.

Keturunan Si Raja Huta Lima melahirkan marga dan marga cabang berikut:
1. Maha.
2. Sambo.
3. Pardosi, Sembiring Meliala.

Keturunan Si Raja Sumba melahirkan marga dan marga cabang berikut:
1. Simamora, Rambe, Purba, Manalu, Debataraja, Girsang, Tambak, Siboro.
2. Sihombing, Silaban, Lumban Toruan, Nababan, Hutasoit, Sitindaon, Binjori.

Keturunan Si Raja Sobu melahirkan marga dan marga cabang berikut:
1. Sitompul.
2. Hasibuan, Hutabarat, Panggabean, Hutagalung, Hutatoruan, Simorangkir, Hutapea, Lumban Tobing, Mismis.

Keturunan Toga Naipospos melahirkan marga dan marga cabang berikut:
1. Marbun, Lumban Batu, Banjarnahor, Lumban Gaol, Meha, Mungkur, Saraan.
2. Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang.

(Marbun marpadan dohot Sihotang, Banjar Nahor tu Manalu, Lumban Batu tu Purba, jala Lumban Gaol tu Debata Raja. Asing sian i, Toga Marbun dohot si Toga Sipaholon marpadan do tong) ima pomparan ni Naipospos, Marbun dohot Sipaholon. Termasuk do marga meha ima anak ni Ompu Toga sian Lumban Gaol Sianggasana.

***

DONGAN SAPADAN (TEMAN SEIKRAR, TEMAN SEJANJI)
Dalam masyarakat Batak, sering terjadi ikrar antara suatu marga dengan marga lainnya. Ikrar tersebut pada mulanya terjadi antara satu keluarga dengan keluarga lainnya atau antara sekelompok keluarga dengan sekelompok keluarga lainnya yang marganya berbeda. Mereka berikrar akan memegang teguh janji tersebut serta memesankan kepada keturunan masing-masing untuk tetap diingat, dipatuhi, dan dilaksanakan dengan setia. Walaupun berlainan marga, tetapi dalam setiap marga pada umumnya ditetapkan ikatan, agar kedua belah pihak yang berikrar itu saling menganggap sebagai dongan sabutuha (teman semarga).

Konsekuensinya adalah bahwa setiap pihak yang berikrar wajib menganggap putra dan putri dari teman ikrarnya sebagai putra dan putrinya sendiri. Kadang-kadang ikatan kekeluargaan karena ikrar atau padan lebih erat daripada ikatan kekeluargaan karena marga. Karena ada perumpamaan Batak mengatakan sebagai berikut:

"Togu urat ni bulu, toguan urat ni padang;
Togu nidok ni uhum, toguan nidok ni padan"


artinya:

"Teguh akar bambu, lebih teguh akar rumput (berakar tunggang);
Teguh ikatan hukum, lebih teguh ikatan janji"

Masing-masing ikrar tersebut mempunyai riwayat tersendiri. Marga-marga yang mengikat ikrar antara lain adalah:
1. Marbun dengan Sihotang
2. Panjaitan dengan Manullang
3. Tampubolon dengan Sitompul.
4. Sitorus dengan Hutajulu - Hutahaean - Aruan.
5. Nahampun dengan Situmorang.

(Disadur dari buku "Kamus Budaya Batak Toba" karangan M.A. Marbun dan I.M.T. Hutapea, terbitan Balai Pustaka, Jakarta, 1987)


Naahh... ribet khan?? Itulah alasan kenapa saya malas untuk mengetahui silsilah tersebut. Namun, daripada nantinya budaya kita di-klaim sebagai budaya milik bangsa lain, alangkah baiknya kita yang menjaga dan melestarikannya.
Kalau bukan kita para generasi muda bangsa Indonesia, maka siapa lagi???

Coretan Selengkapnya...

Jumat, 29 April 2011

Adegan Film India

Lihat berita televisi, ada Briptu Norman.Lihat infotainment, yang lagi hot digosipin Briptu Norman. Baca tabloid juga lagi ngupas habis profil anggota Brimob Polda Gorontalo itu. Ahh… bosan juga deh lama-lama dengan berita yang itu-itu mulu!
Anggota Polri yang satu ini memang mendadak tenar setelah adegan joget yang luwes dan lipsync lagu Chaiyya Chaiyya dari film Dil se saat bertugas di pos jaga dan menghibur temannya yang lagi bersedih, lalu di-upload ke YouTube. Alhasil, lagu Chaiyya Chaiyya pun booming di masyarakat, tua-muda piawai menyanyikannya, entah di acara sunatan missal setingkat RT/RW atau acara formal kedinasan sekalipun. Terlebih lagi, film India jadi diputar lagi di beberapa televisi swasta setelah beberapa tahun absen karena mendapat larangan dari komisi penyiaran.

Sebenarnya bagaimana sih adegan-adegan yang ada dalam film India? Setelah sebelumnya kita mengintip Adegan Sinetron Indonesia yang sudah tentu kita tahu juga bagaimana kualitasnya, yuk sekarang mari intip secuil adegan keluaran Bollywood tersebut.
1.      Nama tokoh utama pria cuma berkisar itu-itu saja: kalau bukan Raja, Raju, Vijay atau Rahul. Kayaknya sih nama hoki kali yak… Hehehe
2.      Jagoannya selalu memakai pakaian yang lain dari yang lain, misalnya jaket yang bentuknya unik, memakai ikat kepala atau pasti orangnya ganteng. Yang jadi penjahat biasanya identik dengan kacamata hitam dan berkumis/brewok tebal. Biasanya yang jadi penjahat bernama Tuan Thakuur.
3.      Tokoh utama dalam film India paling tidak boleh lihat pohon atau tiang! Tiap kali melihat dua benda ini, pasti berlari mengelilingi dan joget ngitarin, lalu sang wanita muncul dan mereka pun saling menggoda dengan adegan yang lumayan vulgar. Tidak heran deh film india bisa berdurasi 3 jam lebih.
4.      Sepasang kekasih bisa menari-nari di tengah lapangan atau taman bunga, dan entah dari mana tiba-tiba serombongan penari yang naujubilah banyaknya akan muncul dari antah berantah dan bergabung menari bersama mereka. (penari latar Michael Jackson aja kalah banyak, cuy!)
5.      Tokoh yang paling dihormati pastilah IBU… Bapak biasanya sering jadi tokoh yang rada blo’on dan kalau ngomong sering sambil goyang-goyang kepala.
6.      Seorang pria tidak akan merasa sakit saat melakukan perkelahian sengit namun akan mengaduh sakit saat seorang wanita berusaha membersihkan lukanya. (mirip adegan sinetron Indonesia juga nih!)
7.      Saat adegan berkelahi, pasti mukulnya tidak kena tapi akibat pukulan tadi bisa terlempar melayang dari dalam rumah, bahkan ada yang tersangkut di pohon segala… (orang India ternyata juga bisa kungfu!)
8.      Jagoannya akan berubah tiba-tiba menjadi kuat walau sudah diikat tali, diterjang belasan peluru atau ditikam dengan pedang, saat melihat pujaan hatinya dianiaya atau akan diperkosa tokoh penjahat.
9.      Sekali dipakai make-upnya tidak pernah luntur, saat hujan ataupun saat lainnya.
10.   Pada babak akhir, sang jagoan akan menemukan bahwa si tokoh jahat yang dilawannya sebenarnya adalah saudara kandungnya, wanita tua yang mencarinya adalah ibunya dan kepala inspektur adalah ayahnya serta sang hakim adalah pamannya dan seterusnya…
11.   Kata-kata dalam bahasa Inggris yang biasanya muncul adalah “No Problem!, My God!, Get Out!, Shut-up!, Impossible!, Please forgive me!” dan diucapkan dengan lantang tapi dengan pelafalan yang anak SD kita saja masih jauh lebih baik dari mereka.
12.   Airmata sang jagoan dan si wanita gampang mengucur bak keran air, tapi seketika juga cepat kering dan langsung menari-nari.
13.   Saat adegan festival hari raya Holi, para tokoh belepotan dan bubuk berwarna-warni bertebaran dimana-mana. Tapi, dalam seketika para tokoh juga bisa berganti pakaian baru dan bersih.
14.   Film India yang ada binatangnya, maka pasti deh binatang itu selalu jadi teman jagoannya.
15. Di setiap pertempuran kurang lengkap rasanya kalo tidak ada polisi. Setiap polisi datang, pasti pertempuran sudah selesai, pahlawan kesiangan!
Jadi sebenarnya, lebih mending mana film India dengan sinetron Indonesia??
Monkey Icons Yoyo
Coretan Selengkapnya...

Senin, 18 April 2011

Seandainya Ibu Kartini masih Hidup...


Wah tidak terasa tanggal 21 April tinggal beberapa hari lagi. Hayooo…pastinya pada tahu donk itu hari apa? Yup, betul banget – hari Kartini. Emang siih, semenjak duduk di bangku sekolah menengah pertama sampai sekarang berada di dunia kerja, euforia hari Kartini tidak begitu terasa. Mungkin karena saya tidak (pernah) lagi secara langsung ikut berpartisipasi dalam acara ini, dan juga sekarang ini kegiatan perayaan memperingati hari Kartini tidaklah semeriah zaman dulu yang diramaikan oleh berbagai lomba baik dari tingkat SD hingga organisasi kewanitaan ibu-ibu, seperti lomba peragaan busana daerah (terutama kebaya), lomba mengarang bertema Ibu Kartini, lomba menyanyi, lomba memasak, dan berbagai lomba seremonial lainnya.
R.A. Kartini
Namun, sebenarnya peringatan hari Kartini mempunyai arti yang jauh lebih luas dan dalam daripada sekedar seharian mengenakan busana daerah ataupun berpartisipasi dalam berbagai macam lomba. Setidaknya, hadirnya hari Kartini setiap tahunnya adalah untuk mengingatkan kaum wanita untuk tidak menyia-nyiakan dan menyalahkaprahkan esensi dari kata 'emansipasi wanita' yang telah diperjuangkan oleh Ibu Kartini sepanjang hidupnya.


Di abad ke-21 ini – seperti halnya yang terjadi pada sebagian besar negara di dunia, apa yang diperjuangkan oleh Ibu Kartini yang dikenal sebagai emansipasi wanita ini boleh dibilang sudah menjadi kenyataan. Kaum wanita telah banyak yang memiliki gelar pendidikan setara dengan kaum pria bahkan ada yang melebihi. Akses pendidikan dibuat dengan mudah dan dibuka selebar-lebarnya untuk kaum wanita. Begitupun halnya dengan pekerjaan. Hampir semua macam lapangan pekerjaan telah ada partisipasi makhluk wanita di dalamnya, walaupun mungkin jumlah pekerja pria lebih dominan dibandingkan pekerja wanita, tapi setidaknya hal ini sudah menjadi tanda bahwa tidak ada yang tidak dapat dilakukan oleh wanita. Banyak wanita yang juga telah menjadi pimpinan usahanya sendiri, bahkan seorang wanita juga pernah memegang puncak pimpinan pemerintahan tertinggi di Indonesia. Banyak wanita Indonesia yang juga telah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Mudah-mudahan semua kemajuan dan pencapaian yang dilakukan oleh kaum wanita akan membuat Ibu Kartini dapat tersenyum bahagia di alam sana.
Megawati Soekarnoputri
Sri Mulyani Indrawati
Susi Susanti
Christine Hakim
Tapi mungkin Ibu Kartini tersenyum bahagia sekaligus juga merasa miris melihat makna emansipasi wanita Indonesia terkontaminasi oleh emansipasi wanita ala dunia modern. Emansipasi wanita lahir sebagai sebuah kesadaran pribadi mengembangkan kualitas, intelektual, kedewasaan dan karakter. Namun, konsep emansipasi perlu diwaspadai ketika emansipasi berubah menjadi gerakan pembebasan diri yang kebablasan!
Keberhasilan dari perjuangan isu gender dan juga gerakan emansipasi ternyata justru memicu intrik baru dalam proses tatanan sosial-kemasyarakatan. Padahal, ide awal dari isu gender dan gerakan emansipasi lebih mengacu pada bagaimana memberi peran yang sejajar dengan pria, bukannya memicu polemik yang kontradiktif!
Emansipasi wanita yang diidamkan oleh Ibu Kartini adalah emansipasi wanita yang tetap mengingat kodrat yang telah digariskan oleh Tuhan khusus untuk wanita, dimana selain berprofesi sebagai wanita pekerja atau wanita yang berkarir professional, kaum wanita juga mempunyai profesi dan posisi lain sebagai seorang istri untuk seorang laki-laki dan seorang ibu dari anak-anak yang membutuhkan kasih sayang dan bimbingannya. Ibu Kartini yang juga seorang perempuan Jawa tentunya sadar dan menghormati sekali ketentuan Tuhan ini. Ada begitu banyak profesi dan posisi yang dianugrahkan oleh Tuhan kepada kita – kaum  perempuan, menunjukkan bahwa Tuhan sangat sayang dan mengistimewakan kaum wanita sekaligus menaruhkan kepercayaan-Nya yang sangat besar kepada kaum kita.





Sekarang, setelah satu abad lebih Ibu Kartini tiada, emansipasi wanita bukan lagi cita-cita tetapi telah menjadi realita yang sulit dimengerti. Di satu sisi, emansipasi wanita telah melahirkan pendekar-pendekar dalam bidangnya masing-masing yang sungguh membanggakan. Tetapi di sisi lain, akibat terlalu bebasnya pergaulan dan mudahnya arus informasi, justru kaum wanita yang menjadi korbannya. Sungguh ironis, karena keadaan yang semula begitu didamba oleh seorang wanita kini justru menjadi bumerang bagi kaumnya.




Seandainya Ibu Kartini masih hidup, apakah beliau akan bangga dengan keadaan sekarang, atau justru sebaliknya??

Coretan Selengkapnya...

Minggu, 17 April 2011

SELAMAT MENEMPUH UJIAN NASIONAL, SOBAT...

Coretan Selengkapnya...

Jumat, 15 April 2011

Mari Kita Tertawa

Teman-teman warna-warni, mungkin Anda akan bertanya-tanya kok tulisan yang diposting  beberapa hari ini lucu semua? Mana sisi berbagi ilmu dan link seperti yang sudah-sudah? Ahhahahaiii… namanya juga blog serba-serbi penuh warna-warni, jadi wajar khan jika isinya juga campur-campur kayak gado-gado…
(Mungkin sebaiknya blog ini diberi nama GADO-GADO aja kalii yaa… Hihihii)
Monkey Emoticons Cici
Di satu sisi, saya juga ingin mengajak teman-teman warna-warni untuk tertawa karena tertawa itu sangat banyak manfaatnya. Tidak ada yang berani mengatakan tertawa adalah obat yang paling ampuh. Tapi penelitian terbaru pada pasien yang diberikan humor selama setahun, mengalami perbaikan kesehatan.

Peneliti memisahkan 20 pasien diabetes resiko tinggi memiliki tekanan darah tinggi dan hyperlipidemia (resiko berpenyakit jantung) dalam dua kelompok.
Kedua kelompok diberikan obat diabates standar. Kelompok L menonton acara humor selamna 30 menit, sementara kelompok C, sebagai pengontrol tidak diberikan humor. Kelompok itu mendapat pengobatan selama setahun.

Selama dua bulan, pasien yang sering tertawa (L) memiliki tingkat hormon epinephrine dan norepinephrine lebih rendah. Keduanya diukur tingkat stresnya yang merupakan faktor yang sangat mematikan.
Setelah 12 bulan, kolesterol HDL (yang baik) naik 26% di kelompok L, namun hanya 3% di kelompok C. Sedangkan pengukuran protein C-reactive sebagai tanda penyakit kardiovaskular turun 66% di kelompok tertawa, sedangkan kelompok satunya hanya 26%.

Menarik, bukan?
Nah, berikut ada beberapa fakta tentang tertawa:
1.      Bayi tidak bisa tertawa sampai mereka mencapai usia tiga bulan .
2.      Anak-anak tertawa lebih banyak daripada orang dewasa. Anak-anak tertawa 400 kali dalam sehari sedangkan orang dewasa hanya sekitar 15 kali.
3.      Lelucon membantu anak mengenal berbagai hal seperti hubungan sebab-akibat, perbendaharaan kata yang baru, etika sosial , dll.
4.      Anak yang memiliki selera humor yang baik memiliki kemampuan beradaptasi yang baik dengan teman-teman sebayanya.
5.      Wanita tertawa 126% lebih banyak dari laki-laki.
6.      Lelaki lebih mudah menjadi bahan tertawaan daripada perempuan (lebih banyak anak laki-laki menjadi bahan olok-olokan di sekolah daripada anak perempuan).
7.      Seseorang yang sering tertawa bahagia memiliki risiko penyakit jantung 40 persen lebih rendah dibanding orang yang murung.
8.      Contagious Laughter: "Kita lebih senang tertawa saat ada orang lain tertawa. Saat sendirian menonton komedi situasi di TV, kita turut tertawa ketika penonton di televisi tertawa. Hal ini disebabkan tawa adalah suatu bahasa yang universal, ekspresi emosi yang sulit untuk dipalsukan atau ditutup-tutupi."
9.      Tertawa selama 10-15 menit bisa membakar banyak kalori, dan tertawa mampu mengeluarkan udara di dalam paru-paru dengan kecepatan 60 mph.
10.   Tertawa 17 menit per hari dipercaya memperpanjang waktu hidup selama satu hari, dan sangat baik untuk perut, jika Anda tertawa selama satu jam tanpa henti.
11.   Tertawa mengaktifkan berbagai bagian di otak. Bagian otak yang bereaksi terhadap lelucon adalah medial ventral pefrontal cortex, dimana bagian ini turut berperan dalam perkembangan kognitif, kepribadian dan emosi.
12.   Ada 17 otot wajah yang digunakan untuk tersenyum, sedangkan mengerutkan kening butuh 47 otot wajah. Jadi, lebih baik senyum dan tertawa daripada mengerutkan kening.
13.   Semakin besar jumlah anggota kelompok dalam suatu situasi, semakin mudah untuk dibuat tertawa .Karenanya lelucon merupakan ice breaker yang paling efektif.
14.   Percayakah Anda, ada tanaman yang disebut bunga tawa. Begitu melihatnya Anda akan tertawa seperti orang gila selama setengah jam.
15.   Senyuman pelayan bisa membuat pelanggannya memberikan tips tambahan. Bahkan dengan tersenyum, model iklan Amerika Gordon Todd menikmati senilai $ 4.000.
16.   Orang yang tinggal di Brazil dan Kuba lebih banyak tersenyum dibandingkan dengan mereka yang tinggal di Skandinavia. (tanya kenapa?!)
Monkey Emoticons


*dari berbagai sumber
Coretan Selengkapnya...

Selasa, 05 April 2011

Adegan Sinetron Indonesia

SINETRON (sinema elektronik), begitulah banyak orang Indonesia menyebutnya. Di Amerika Latin sana, mereka menyebut kisah drama bersambung ini dengan nama telenovela. Tapi apapun sebutannya, intinya pengertianya adalah sama.
Hampir seluruh sinetron yang beredar Indonesia mempunyai alur cerita yang sama. Bahkan bisa dibilang monoton dan kurang berkualitas. Jalan ceritanya hampir sama dari satu sinetron ke sinetron yang lain. Ceritanya hanya seputar konflik rumah tangga yang tidak berkesudahan, konflik cinta yang berlarut-larut, dan tentang perbedaan antara si miskin dan si kaya.
Nilai pendidikan yang terkandung dalam sinetron juga terbilang masih kurang. Banyak penayangan sinetron yang kurang mendidik bagi anak-anak di bawah umur yang menontonnya. Harusnya apa yang menjadi tontonan orang banyak dapat memberikan pelajaran atau hikmah yang bisa diambil setiap masyarakat yang menyaksikannya. Tidak sedikit anak-anak kecil yang mencontoh adegan-adegan yang tidak baik yang ada dalam sinetron. Hal ini seharusnya tidak terjadi.
Alurnya yang monoton juga membuat sebagian besar pengkonsumsi film atau sinetron menjadi bosan. Bahkan mereka bisa menebak apa yang akan terjadi di akhir sinetron tersebut. Seharusnya para kru di dunia sinetron bisa lebih kreatif lagi dalam mengembangkan alur cerita dan menyematkan unsur pendidikan yang positif agar masyarakat bisa menyerap dengan baik pula dan anak-anak bisa mencontoh dan menerapkan apa yang mereka tonton dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun diperankan oleh para aktor dan aktris kenamaan Indonesia, hal ini belum tentu menjamin keberhasilan sebuah sinetron dalam menarik perhatian sebagian besar masyarakat Indonesia. Kembali lagi yang menentukan adalah alur cerita dari sinetron tersebut. Semakin menarik alur cerita sinetron tersebut maka akan semakin banyak juga penggemar sinetron tersebut.
Berikut beberapa plot cerita atau adegan yang terdapat hampir di semua sinetron Indonesia.
1.     Biasanya lebih dari 300 episode. Kalau sukses, akan dibuat seri ke-2, seri ke-3 hingga seri ke-x yang mana antara cerita awal dengan sekuelnya bisa dikatakan tidak ada hubungannya. Serinya dibuat panjang, takut kehabisan bahan dengan alasan ratingnya naik (padahal membosankan!)

2.     Ada orang sangat kaya, rumah mewah dengan fasilitas yang serba ada, tapi tidak pernah jelas pekerjaan dan bisnisnya apa. Saat adegan makan malam atau sarapan pagi, biasanya kumpul bersama istrinya, anaknya, menggunakan sendok-garpu, lauknya berlimpah, buah-buahan yang komplit, beserta es jeruk atau susu.
3.     Umumnya orangtua kaya punya anak perempuan tunggal, atau sepasang anak laki-laki dan perempuan, jarang ditampilkan punya anak lebih dari dua, apalagi tujuh anak! Anak laki-laki atau anak perempuannya menjadi petinggi di perusahaan milik orangtua, padahal kalau dilihat wajahnya culun dan belum pantas. Umur anak perempuan dengan si ibu tidak terlalu jauh, demikian juga anak laki-laki dengan ayahnya.
4.     Orangtua yang kaya ini umumnya suka menjodohkan anaknya ke orang lain yang berasal dari keluarga kaya juga, namun si anak lebih memilih pujaan hatinya sendiri meski ditentang oleh orangtua yang kaya.
5.     Cerita utuhnya pasti soal percintaan, hampir tidak pernah ada tema yang lain! Ceritanya ada perempuan suka laki-laki, si perempuan itu miskin, sedangkan si laki-laki kaya. Lalu ada pihak ke tiga, biasanya perempuan kaya yang suka dengan laki-laki tersebut. Si perempuan kaya tidak suka saingan dengan si perempuan miskin, dsb, dst. Ujung ceritanya biasanya si laki-laki jadian dengan si perempuan miskin tersebut!
6.     Setiap judul pasti ada kata-kata ‘cinta’, misalnya: Wajah Cinta, Selimut Cinta, Cinta, Tersandung Cinta, Cinta Kita, Cintaku Sebesar Gunung, Awan Cinta… Hhuufft!



7.     Belakangan judulnya mengalami revolusi menjadi nama-nama pelaku utamanya, misalnya: Dinda, Intan, Haryati, Cindy (sudah kehabisan judul cinta), dan tak pernah judulnya seorang laki-laki.





8.     Ayah atau ibu si anak miskin selalu dalam kondisi sakit parah. Penyakit yang sering ada kanker otak, TBC (biasanya adegan batuk, lalu di tisu/sapu tangan ada bercak darah). Atau penyakit yang ngetren adalah akibat jatuh, mendengar berita jadi kaget atau kecelakaan terus jadi stroke dan lumpuh  tidak bisa menulis dan berbicara, sehingga  jalan cerita tidak jadi selesai
9.     Adegan tokoh utama yang sedang mencari tokoh lainnya (pacar, ayah, ibu, atau orang lain yang disayangi) namun belum ketemu, padahal sudah berada di jarak yang dekat, entah karena si tokoh tidak melihat, atau pandangannya tertutup angkot.
10.  Pemeran protagonis, bicaranya dilembut-lembutkan, tingkahnya sangat santun, rapi, sangat baik, selalu senyum, sehingga kelihatan kurang wajar.
      Tokoh yang baik biasanya melarat dan bodoh, gampang dibohongi. Tokoh baik hampir tidak pernah minta tolong pengacara dan menang. Minta  tolong polisi juga selalu gagal. Tapi begitu tokoh jahat minta bantuan polisi atau pengacara hampir dipastikan menang. Pengacara dengan gampangnya disuruh mengganti isi warisan dengan diberi imbalan uang banyak (ini merusak citra pengacara, walau memang banyak sih yang demikian!) Terus hartanya dikuasai si tokoh jahat, dan seisi rumah diusir.
11.  Si antagonis, ciri khasnya selalu marah; setiap episode, setiap menit isinya marah melulu, mata melotot ke kiri ke kanan, dipicingkan sebagai tanda keculasan, ketawa terbahak-bahak tanda kepuasan menang atas tokoh baik, dan mulutnya dimiring-miringkan, pokoknya sangat-sangat jahat deh! Orang yang antagonis menggunakan make-up tebal, sedangkan orang yang baik menggunakan make-up warna terang dan natural.
12.  Ada adegan menangis dan paling mendominasi di setiap episode. (Mungkin biar bisa masuk nominasi pemeran menangis terbaik versi FFI.)

13.  Punya pembantu yang dipanggil “mbok” atau “bik”, namanya tidak jauh dari Inem atau Iyem. (Tidak ada nama lain apa ya?) Pembantu biasa ibu-ibu gemuk, ada sanggul kecil di belakang, dan serbet di pundak yang kerjanya menyediakan minum, duduk di lantai tiap ngobrol dengan majikan yang duduk di sofa.
14.  Ada juga pembantu gaya baru, wanita agak muda, hobinya memperkeruh suasana, rambut dicat pirang dan berdandan  menor. Selalu mengenakan daster batik murahan dan selalu berpihak ke si antagonis. Pembantu ini lebih cantik daripada nyonya majikan.
15.  Kalau ada adegan lagi bertelepon, pasti penonton bisa mendengar suara si penelepon di seberang.
16.  Kalau ada adegan di kantor, biasanya dalam ruangan bos, mewah, selalu dikondisikan memeriksa map, tapi tidak pernah selesai karena datang anggota keluarga atau pacarnya.
17.  Karyawan kantor biasanya pakai dasi, tapi kadang tidak nyambung antara dasi dan kemejanya, dan kerjanya cuma mondar-mandir tidak jelas.
18.  Adegan dalam mobil, adegan yang jadi favorit sinetron kita. Adegan ini selalu hadir di setiap sinetron, biasanya terjadi pembicaraan sepasang kekasih, mesra, tapi tiba-tiba diganggu oleh telepon dari seseorang yang mengancam. Anehnya, polisi tidak pernah menilang tokoh ini walau menerima telepon sambil berkendara. Yang lebih aneh lagi, naik mobil tidak pernah ganti gigi walau harusnya ganti gigi bila berbelok arah.
19.  Herannya, selalu ada tabrakan. Mobil melaju, tiba-tiba berhenti mendadak. Pada saat tertabrak, selalu pake slow motion, jatuhnya diatur, terkapar dan berdarah pasti di kening, dan masuk rumah sakit. Adegan kecelakaan yang goblok, sudah tahu mau ada mobil atau motor yang menabrak bukanya lari atau menghindar malah cuma berdiam diri pasrah menutup mata sambil berteriak.
20.  Di dalam rumah selalu berdandan habis, dan pakai sepatu. Tidurpun masih full make-up, bangun tidur juga pakai make-up, bajunya saja yang diganti dengan piyama.
    Para pemain sinetron adalah korban mode, selalu mengikuti perkembangan hape keluaran terbaru.
21.  Selalu ada adegan di kafe atau restoran, tiba-tiba si perempuan memergoki pacarnya selingkuh dengan perempuan lain. Jadinya ribut! Biasanya si perempuan akan menyiramkan gelas berisi minuman ke wajah si laki-laki.
22.  Jika dua orang ngomong rahasia di kamar, ada yg tiba-tiba menguping pembicaraan dan tahu semua rahasia. Si penguping pun “memeras” yang punya rahasia.
23.  Kalau lagi pacaran atau pergi pesta, mobilnya bagus-bagus. Tapi kalau lagi kejar-kejaran mobilnya berubah jadi mobil jelek, padahal sebelumnya di rumah yang punya mobil tidak ada mobil jelek itu.
24.  Kalau sinetron anak sekolahan, umumnya si murid suka berpakaian seenaknya, bajunya tidak dimasukkan, ada yang gondrong, ada yang pakai rok di atas lutut, berbaju ketat dan mini, pakai lipstik, pake aksesoris berlebihan, apalagi ada yang ditindik segala. Semakin dia tokoh utama, semakin tidak tertib pakaian sekolahnya.

25.  Motor yang suka dipakai biasanya motor gede  atau motor sport, dan polisi tidak pernah menilang walau dia tidak menggunakan helm saat naik motor.
26.  Polisi selalu berbicara kaku, dan kata-kata ucapannya, “JANGAN BERGERAK!”
27.  Jika harus berpisah dengan orangtua dan berangkat ke luar negeri, pasti ke Amerika. (Apa tidak ada negara lain ya?)
28.  Adegan mesra dengan mengumbar kata-kata manis, lalu saling mendekatkan bibir, dan berpelukan, lalu tiba-tiba turun hujan… Hujan setempat! Adegan hujan-hujanan cuma ada di sekitar mereka berdua saja…

29.  Pemerannya itu-itu saja di hampir semua sinetron. Bintangnya banyak menggunakan artis blasteran supaya cakep padahal akting pas-pasan. Cuma modal tampang! Mau sedih, senang, marah, semua ekspresi mukanya sama saja... Datar!

30.  Adegan orang yang menghentikan sebuah pernikahan. Biasanya ketika penghulu bertanya pada para saksi, “Bagaimana para saksi? Sah?”, tiba tiba ada tokoh lain yang berteriak “Tunggu!” untuk menggagalkan pernikahan.
31.  Adegan tokoh utama laki-laki yang dengan mudahnya bisa menang jika berkelahi dengan penjahat walaupun dikeroyok (padahal di awal cerita tak ada adegan si tokoh utama cowok belajar pencak silat). Kalau berkelahi sesama laki-laki sampai luka tidak merasa sakit. Tapi giliran dipegang sama pacarnya teriak-teriak kesakitan.
32.  Hewan legenda tidak jauh dari naga, phoenix atau yang dari luar Indonesia.
33.  Adegan tokoh yang berteriak kaget “APA…??!” saat diberitahu ada anggota keluarganya yang kecelakaan.
34.  Adegan membatin dalam hati suaranya pasti menggaung…  Sound effectnya berlebihan sekali. Kameranya selalu meng-close up pemainnya yang kaget atau menangis, lalu sambil memutar-mutar 360 derajat mengelilingi para pemain dengan efek slow motion, biasanya selalu diiringi musik yang berlebihan. Dan tak lama keluarlah tulisan BERSAMBUNG! 
Coretan Selengkapnya...