Tampilkan postingan dengan label nyampah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nyampah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Januari 2014

PENCIPTAAN vs EVOLUSI

T : "Tuhan menciptakan manusia dari debu tanah dan menghembuskan nafas kehidupan ke dalam hidungnya, dari yang tiada menjadi ada.Kamu percaya akan hal itu?"

J : "Iya."

T : "Tapi Darwin mengatakan bahwa manusia adalah hasil evolusi dari kera. Lhaa kamu percaya juga??"

J : "Iya..."

T : "Nahh lo...?? Kok bisa percaya keduanya? Kamu plin-plan nih!"

J : "Siapa yang plin-plan?! Kamu sih yang ribet memikirkan salah satu harus ada yang benar, padahal sebenarnya masalahnya sangat SEDERHANA saja; Tuhan yang menciptakan, Darwin yang menjelaskan caranya."

(siap-siap kabur sebelum ditimpuk...)


*Hingga saat ini masih suka belum yakin sepenuhnya, do I believe in creatonism or evolutionism...??  
Coretan Selengkapnya...

Sabtu, 29 Oktober 2011

SUMPAH PEMUDA

‎[SUMPAH PEMUDA]










28 Oktober 2011
"Sumpah Saya Masih Muda"
Monkey Icons Yoyo
#serius
Coretan Selengkapnya...

sekedar update


Sekedar update doank nih... Udah beberapa bulan ga nyoret-nyoret. Ada begitu banyak warna dalam hidup, yang kalo dicoret disini pun ga akan cukup waktu untuk menuangkannya semua.
Monkey Emoticons
Selamat beraktivitas, teman-teman warna-warni.
Selamat menikmati hidup.

Coretan Selengkapnya...

Jumat, 29 April 2011

Adegan Film India

Lihat berita televisi, ada Briptu Norman.Lihat infotainment, yang lagi hot digosipin Briptu Norman. Baca tabloid juga lagi ngupas habis profil anggota Brimob Polda Gorontalo itu. Ahh… bosan juga deh lama-lama dengan berita yang itu-itu mulu!
Anggota Polri yang satu ini memang mendadak tenar setelah adegan joget yang luwes dan lipsync lagu Chaiyya Chaiyya dari film Dil se saat bertugas di pos jaga dan menghibur temannya yang lagi bersedih, lalu di-upload ke YouTube. Alhasil, lagu Chaiyya Chaiyya pun booming di masyarakat, tua-muda piawai menyanyikannya, entah di acara sunatan missal setingkat RT/RW atau acara formal kedinasan sekalipun. Terlebih lagi, film India jadi diputar lagi di beberapa televisi swasta setelah beberapa tahun absen karena mendapat larangan dari komisi penyiaran.

Sebenarnya bagaimana sih adegan-adegan yang ada dalam film India? Setelah sebelumnya kita mengintip Adegan Sinetron Indonesia yang sudah tentu kita tahu juga bagaimana kualitasnya, yuk sekarang mari intip secuil adegan keluaran Bollywood tersebut.
1.      Nama tokoh utama pria cuma berkisar itu-itu saja: kalau bukan Raja, Raju, Vijay atau Rahul. Kayaknya sih nama hoki kali yak… Hehehe
2.      Jagoannya selalu memakai pakaian yang lain dari yang lain, misalnya jaket yang bentuknya unik, memakai ikat kepala atau pasti orangnya ganteng. Yang jadi penjahat biasanya identik dengan kacamata hitam dan berkumis/brewok tebal. Biasanya yang jadi penjahat bernama Tuan Thakuur.
3.      Tokoh utama dalam film India paling tidak boleh lihat pohon atau tiang! Tiap kali melihat dua benda ini, pasti berlari mengelilingi dan joget ngitarin, lalu sang wanita muncul dan mereka pun saling menggoda dengan adegan yang lumayan vulgar. Tidak heran deh film india bisa berdurasi 3 jam lebih.
4.      Sepasang kekasih bisa menari-nari di tengah lapangan atau taman bunga, dan entah dari mana tiba-tiba serombongan penari yang naujubilah banyaknya akan muncul dari antah berantah dan bergabung menari bersama mereka. (penari latar Michael Jackson aja kalah banyak, cuy!)
5.      Tokoh yang paling dihormati pastilah IBU… Bapak biasanya sering jadi tokoh yang rada blo’on dan kalau ngomong sering sambil goyang-goyang kepala.
6.      Seorang pria tidak akan merasa sakit saat melakukan perkelahian sengit namun akan mengaduh sakit saat seorang wanita berusaha membersihkan lukanya. (mirip adegan sinetron Indonesia juga nih!)
7.      Saat adegan berkelahi, pasti mukulnya tidak kena tapi akibat pukulan tadi bisa terlempar melayang dari dalam rumah, bahkan ada yang tersangkut di pohon segala… (orang India ternyata juga bisa kungfu!)
8.      Jagoannya akan berubah tiba-tiba menjadi kuat walau sudah diikat tali, diterjang belasan peluru atau ditikam dengan pedang, saat melihat pujaan hatinya dianiaya atau akan diperkosa tokoh penjahat.
9.      Sekali dipakai make-upnya tidak pernah luntur, saat hujan ataupun saat lainnya.
10.   Pada babak akhir, sang jagoan akan menemukan bahwa si tokoh jahat yang dilawannya sebenarnya adalah saudara kandungnya, wanita tua yang mencarinya adalah ibunya dan kepala inspektur adalah ayahnya serta sang hakim adalah pamannya dan seterusnya…
11.   Kata-kata dalam bahasa Inggris yang biasanya muncul adalah “No Problem!, My God!, Get Out!, Shut-up!, Impossible!, Please forgive me!” dan diucapkan dengan lantang tapi dengan pelafalan yang anak SD kita saja masih jauh lebih baik dari mereka.
12.   Airmata sang jagoan dan si wanita gampang mengucur bak keran air, tapi seketika juga cepat kering dan langsung menari-nari.
13.   Saat adegan festival hari raya Holi, para tokoh belepotan dan bubuk berwarna-warni bertebaran dimana-mana. Tapi, dalam seketika para tokoh juga bisa berganti pakaian baru dan bersih.
14.   Film India yang ada binatangnya, maka pasti deh binatang itu selalu jadi teman jagoannya.
15. Di setiap pertempuran kurang lengkap rasanya kalo tidak ada polisi. Setiap polisi datang, pasti pertempuran sudah selesai, pahlawan kesiangan!
Jadi sebenarnya, lebih mending mana film India dengan sinetron Indonesia??
Monkey Icons Yoyo
Coretan Selengkapnya...

Kamis, 28 April 2011

Traffic Light Ohh... Traffic Light

Biasanya kalau kita sedang berhenti di perempatan lampu lalu lintas, kita akan menunggu sesuai dengan penghitung waktu mundur (countdown timer) yang dipasang bersamaan dengan lampu tersebut.
timer ketika menyala 'merah'
timer ketika menyala 'hijau'
Keberadaan timer ini sangat membantu para pengguna jalan yang melintas di jalan raya, terutama dengan lalu lintas padat dan ramai. Pengendara dapat memperkirakan dengan tepat kapan ia dapat melintasi persimpangan dan berapa lama ia harus berhenti dan menunggu lampu kembali menyala hijau. Lampu lalu lintas dan timer dibuat dari lampu LED (Light Emitting Diode). Penggunaan LED sangatlah tepat karena selain hemat energi, terangnya LED dapat terlihat dari jarak 1 kilometer sehingga dari posisi sejauh ini para pengguna jalan dapat dengan mudah memperkirakan apa kondisi lampu lalu lintas ketika ia berada di persimpangan.

Nah, bagaimana reaksi teman-teman warna-warni jika sedang berhenti di lampu lalu lintas yang begini??

Atau yang satu ini?

Saya yakin dengan digit waktu yang tertera begitu, pasti deh teman-teman akan menyempatkan keluar dari kendaraan lalu mampir belanja dulu ke swalayan terdekat atau nongkrong makan bakso. Atau, sekalian ditinggal tidur deh. Zzzz…
Atau mending sekalian berbalik arah, mutar cari jalan lain.Monkey Icon
Coretan Selengkapnya...

Minggu, 24 April 2011

Sepucuk Surat kepada Presiden


Dear Mr. President, come take a walk with me
(Take a walk with me)
Let's pretend we're just two people and you're not better than me
I'd like to ask you some questions if we can speak honestly


Selamat malam Bapak Presiden Pemimpin Bangsa,
Saya menulis surat ini saat mendengar dan membaca berita di berbagai media bahwa Bapak terkena penyakit stroke. Saya mengharapkan, semoga sakit Bapak tidak berkepanjangan yang dapat menghambat kinerja Bapak dalam memimpin bangsa ini.

Saya juga mengharapkan semoga juga surat ini tidak mengganggu tidur lelap Bapak, semoga selimut mewahmu selalu menghangatkanmu dari dinginnya malam, semoga alunan musik klasik dalam kamarmu tidak mengganggumu dari jeritan dan pekikan rakyatmu yang kelaparan.
Terlalu lancang rasanya apabila rakyat jelata seperti saya datang tengah malam, mengetuk pintu istanamu yang megah, mengganggu tidurmu dan hanya ingin berbincang, membicarakan kegelisahan ini. Dengan segala kerendahan hati, saya mencoba untuk mencurahkannya melalui selembar surat kotor ini.

What do you feel when you see all the homeless on the street?
Who do you pray for at night before you go to sleep?
What do you feel when you look in the mirror? Are you proud?

Percayalah di balik tidur lelapmu Bapak, ada sebagian dari rakyatmu yang tidak bisa tidur. Sebagian dari kami terjaga karena tidak memiliki alas untuk sekedar merebahkan badan yang lelah karena seharian berpeluh di bawah terik matahari demi sesuap nasi.
Sebagian terlalu takut dan gelisah menghadapi hari esok, karena berbagai aksi teror dan kekerasan oleh beberapa oknum yang menganggap diri mereka lebih baik dibanding kalangan tertentu. Sebagian terlalu takut menghadapi segala kebijakan dan keputusan yang diambil di masa kekuasaanmu. Tidak berani menebak-nebak…

How do you sleep while the rest of us cry?
How do you dream when a mother has no chance to say goodbye?
How do you walk with your head held high?
Can you even look me in the eye? And tell me why?

Tahukah Bapak Presiden, ‘kejutan-kejutan’ yang sudah kau berikan kemarin dan sebelumnya, sungguh menghancurkan segala harapan, menyayat hati, membungkam senyum-senyum kecil rakyatmu yang semestinya kau cintai dank au lindungi, melebarkan tangis duka anak-anak bangsa yang tak bergizi, melukai ibu pertiwi.
Entah kejutan-kejutan apalagi yang akan Bapak berikan kepada kami esok hari – apakah racun yang kau berikan untuk anak-anak dan bayi-bayi kami sehingga kurang gizi? Apakah harga pangan yang akan terus kau naikkan, mengimpor bahan pangan di tengah-tengah julukan negeri lumbung padi? Apakah BBM yang akan kau tiadakan, sementara kilang minyak bertebaran di berbagai pelosok negeri? Apakah ketidakadilan hukum yang kau pamerkan? Ataukah teror yang akan kau hidangkan untuk kami esok pagi? Atau… entah apalagi kado istimewa yang akan kau suguhkan untuk kami, tentunya sangat mengejutkan bukan?

Dear Mr.President, were you a lonely boy?
(Were you a lonely boy?)
Are you a lonely boy?
(Are you a lonely boy?)
How can you say, no child is left behind?
We're not dumb and we're not blind
(We're not blind)
They're all sitting in your cells while you pave the road to hell

Bapak Presiden yang terhormat, mungkin musik indah pengantar tidurmu terlalu syahdu dan mendayu-dayu sehingga kau benar-benar tidak mendengar pekikan dan jeritan kami. Tapi, saya yakin bahwa Presiden kami bukanlah pemimpin yang tuli dan buta, apalagi tidak punya hati nurani. Kau tidak hidup sendirian di negara ini. Ada dua ratus tiga puluh juta rakyat yang tinggal bersama dengan Bapak di bumi pertiwi ini, dua ratus tiga puluh juta jiwa yang mencari hidup dan penghidupan di negeri yang tanahnya sudah kami injak puluhan tahun, yang udaranya kami hirup setiap hari, yang hasil buminya memberi makan mulut-mulut kami.


Dengan penuh kerendahan hati dan tanpa merngurangi rasa hormat, saya minta kepada Bapak, tolong perhatikan nasib kami. Masih banyak rakyat yang Bapak pimpin tidak bisa menikmati pendidikan, masih banyak rakyat yang kelaparan, masih banyak rakyat yang sakit-sakitan, masih banyak rakyat yang pengangguran, masih banyak rakyat yang hidup dalam kesusahan. Susah payah hanya sekedar untuk makan, sekedar untuk mendapat pendidikan, sekedar untuk mendapat fasilitas kesehatan, sekedar untuk mendapat air bersih, sekedar untuk mendapat bahan bakar murah, sekedar untuk mendapat tempat tinggal yang memadai.

What kind of father would take his own daughter's rights away?
And what kind of father might hate his own daughter if she were gay?
I can only imagine what the first lady has to say
You've come a long way from whiskey and cocaine

Bapak, saya tak mengerti tentang hukum dan politik, pun saya tak ingin tahu banyak tentang keduanya. Saya warga negara biasa yang sudah cukup puas dengan kehidupan yang layak dan pekerjaan yang baik. Hukum dan politik bukan bidang kami, dan barangkali kami memang tak perlu memahaminya, karena seperti yang sering dibilang orang, hukum dan politik itu klise, bisa dibeli dengan uang dan kekuasaan! Namun, kali ini, izinkan kami bersuara.

Prihatin tak lagi cukup, Bapak. Beragam janji dan instruksi tidak lagi mampu membungkam mulut kami, karena kami sudah kenyang dengan janji. Kami lelah menunggu tanpa daya. Kami letih menonton tanpa bisa berbuat apa-apa.



How do you sleep while the rest of us cry?
How do you dream when a mother has no chance to say goodbye?
How do you walk with your head held high?
Can you even look me in the eye?

Nyanyian dari bibirmu sudah cukup kami dengarkan, Bapak. Kini kami menanti sesuatu yang lain. Kami tak minta banyak, Bapak. Kami hanya ingin orang yang kami pilih mampu menyediakan keamanan bagi kami. Kami ingin bisa beribadah dengan damai. Kami ingin bisa melalui jalan-jalan kota dengan tenteram. Kami ingin menikmati film dan pergi ke tempat-tempat hiburan dengan leluasa. Kami ingin bebas dari rasa takut dan teror.

Kami ingin pajak yang kami bayarkan digunakan untuk sebaik-baiknya kepentingan rakyat dan pembangunan negara, karena sekalipun kami hidup berkecukupan, jutaan penduduk Indonesia di lain pelosok masih belum menikmati kehidupan dan penghidupan yang layak. Sudah cukup kami merasa pedih melihat uang hasil jerih payah kami digunakan untuk plesiran anggota dewan yang terhormat yang notabene seringkali tidur, membolos bahkan mempertontonkan moral yang bejat saat sidang atas nama rakyat, sementara jutaan rakyat miskin mengais sampah dan makan nasi yang sudah basi setiap hari.

Kami ingin korupsi dan segala praktek tikus berdasi dihapuskan dari muka negeri ini. Kami jijik dengan tingkah laku para pengusa di gedung sirkus Senayan yang tampak alim dan berwibawa namun tak lebih dari seekor lintah penghisap darah dan serigala berbulu domba. Kami malu akan ‘prestasi’ yang diraih sebagai negara dengan tingkat korupsi yang sangat tinggi.

Kami muak dengan kekerasan. Kami muak dengan aksi semena-mena. Kami muak melihat nama Tuhan digadaikan demi hawa nafsu segelintir orang tertentu. Kami sudah lelah mencaci dan menangis.

Let me tell you 'bout hard work
Minimum wage with a baby on the way
Let me tell you 'bout hard work
Rebuilding your house after the bombs took them away

Let me tell you 'bout hard work
Building a bed out of a cardboard box
Let me tell you 'bout hard work, hard work, hard work
You don't know nothin' 'bout hard work, hard work, hard work


Saya bukanlah siapa-siapa di negeri ini.Saya hanya seorang perenung dan pengkhayal, yang berandai-andai dan bermimpi agar presiden kami paham tentang makna perjuangan, tentang penderitaan, juga tentang tekad, kerja keras dan sebuah cita cita.

How do you sleep at night?
How do you walk with your head held high?
Dear Mr. President, you'd never take a walk with me, would you?

Bapak Presiden, kami tak minta banyak, sungguh… Tolong dengarkan kami. Bergegaslah, lakukan sesuatu. Bertindaklah agar kami tahu orang yang kami pilih memang layak mengemban kepercayaan kami.
Penderitaan tak butuh retorika juga citra, sebab kelaparan tak butuh janji saat kampanye.
Bapak Presiden, bergegaslahjangan lagi menonton penderitaan rakyat lewat televisi. Terjun langsung dan lihat sendiri, tanpa harus membawa awak media dan para politisi.


Tertanda,

Rakyatmu yg Jelata

Coretan Selengkapnya...

Senin, 11 April 2011

Dokter Muda Gokil

Setelah beberapa postingan terakhir ini kita disibukkan dengan hal-hal berbau soal ujian dan melanjutkan kuliah, saatnya kita santai bercerita lucu dulu. Lumayan khan buat penghilang stress menjelang ujian nasional.
(Isi cerita di luar tanggung jawab pemilik blog. Jika terdapat kesamaan nama, atau tempat, itu hanyalah kebetulan belaka…)
Adalah Steve, seorang dokter muda yang bulan lalu baru saja lulus dari magister fakultas kedokteran di sebuah kampus ternama. Hari ini, dia diterima bekerja di sebuah rumah sakit swasta bertaraf internasional yang paling top di kotanya. Wuiihhh… keren banget khan?!
Yah itulah Steve. Nama lengkapnya dr. Stevie Alexander Richard Jackson Akika Minche Capcyush Booooww, M.PH
Nama panggilannya dr. Steve Capcyus.
(Tumbang semua deh nama bule di depannya! Hihihii…)
Dia sebenarnya adalah blasteran Inggris dan Indonesia. Ibunya orang Inggris, ayahnya orang Madura tahyeek...

Ini adalah foto dr. Steve Minche Capcyush waktu studi banding di negeri Panda.
dr. Steve Capcyush

Ibunya Inggris, bapaknya Madura, anaknya tak teridentifikasi... Ckckckck!!

Jadi melantur! Oke deh… kembali ke cerita.

Hari pertama bekerja di rumah sakit, dr. Steve langsung mendapat KANTOR PRIBADI, lengkap dengan laptop wifi-ready, telepon, AC, TV, LCD PLASMA, dan peralatan lainnya yang menunjang pekerjaan dokter. Semua masih mulus dan baru! Namanya juga rumah sakit bertaraf internasional.
Di tengah rasa gembira dan bangga dr. Steve Capcyush, tiba-tiba datanglah seorang suster cantik menawan dan seksehh yang mengetuk pinta ruang kerja dr. Steve Capcyush.

"Permisi, dr. Steve... Ada orang yang ingin bertemu dengan Anda," kata suster dengan nada halus dan sopan sambil memamerkan barisan giginya yang putih dan rapi.

"Oh, ya... Persilahkan masuk, Suster" kata dr. Steven Capcyush dengan nada berkelas.

Dalam hati dr. Steve Capcyush,
Ya ampyuuun Booww… Gilingan dah! Eike dapat pasiyen yang pertama kalinya... Eike musti kasih image propesional ama pasiyen pertama Ei… Moga-moga aja, pasiyen pertama Ei lekong cakep kayak Brad Pitt. Eike mmauuuuuuu…"



Tak lama kemudian, pintu pun terketuk kembali..
(Tok, tok, tok...)

"Iya, silahkan masuk" dr. Steve Minche Capcyush siap-siap mengambil posisi, duduk membelakangi meja, lalu mengambil telepon di atas meja.  

Kemudian tamu itu pun masuk rungan kerja Dr. Steven Caphcus
"Silahkan duduk, Pak. Maaf menunggu sebentar yah Pak, saya sedang ada telpon" kata dr. Steve Capcyush membelakangi pasiyen.

Dengan gaya bak pengacara kelas atas, dia berbicara di telepon.
"Iya, Pak... Jadi harga obatnya empat juta. Itu sih terserah Bapak, mau ambil barangnya atau tidak. Apa?? Mau minta harga kurang…?? Ya sudah, mumpung saya lagi baek ini khusus Bapak saja, saya kasih diskon jadi tuga juta setengah. Bapak bisa transfer uangnya ke rekening bank saya, yang ada di kartu nama saya tadi… Sudah dulu yah Pak, saya lagi sibuk. Ada pasien yang menunggu saya. Permisi, selamat siang…"
Dengan elegan ia menaruh kembali telepon di atas meja.

Setelah merasa cukup keren di mata pasien pertamanya, ia pun membalikkan badan dan berkata "Maaf Pak, membuat Anda menunggu. Jadi langsung saja, apa keluhan Bapak?” sambil matanya nanar memandangi wajah si pasien lekat-lekat.

"Saya tidak punya keluhan apa-apa kok, Dok" kata si pasien polos.

"Lhoo… jadi Bapak ini, tujuannya apa datang kemari??!! Jangan mempermainkan saya ya, waktu saya tidak banyak. Saya sedang sibuk!" dr. Steve mulai geram.

Pasien itu pun menjawab, "Saya dari perusahaan telkom, cuma ingin memasang kabel telepon aja kok, Dok. Soalnya ruangan ini masih baru..."




PERTANYAAN:
Seandainya Anda menjadi dr. Stevie Alexander Richard Jackson Akika Minche Capcyush Booooww, M.PH langkah apa yang akan Anda lakukan??
a)  langsung memasang senyum termanis ke petugas telkom, dan segera lari ke bagian Operasi Plastik untuk buat wajah baru
b)  Loncat dari lantai tertinggi gedung rumah sakit 
c)  Ganti profesi dari dokter
d)  Pendapat lain, ______________________
Coretan Selengkapnya...

Sabtu, 09 April 2011

Tips Berbelanja

Hari Sabtu, saatnya wiken. Berhubung sekarang udah lima hari kerja, akhirnya punya kesempatan untuk meluangkan waktu masak sendiri di rumah. Bosen mah jajan mulu di luaran, belum tentu juga sesuai dengan selera (dari segi porsi dan rasa), terlebih lagi kita ga tau bagaimana kebersihan si empunya warung dalam mengolah dan menyajikan makanan.

Jam lima pagi udah bangun dan manasin motor, cuma cuci muka dan kumur sekenanya langsung tancap gas dah ke pasar. Jalanan lumayan becek berlumpur karena abis diguyur ujan malam harinya. Untung dah dari rumah cuma pake sandal jepit ama celana pendek doank.
Ngomong-ngomong soal belanja nih, berikut ada sedikit tips belanja ke pasar ama ke supermarket. Tips ini berguna baik bagi ibu-ibu, atau yang baru merasakan indahnya jadi ibu-ibu atau yang baru mau nikah buat persiapan entar ngurusin rumah tangga, atau buat adik-adik yang imut dan lutcu yang masih sekolah buat ngebantuin emaknya di rumah kalo emaknya lagi mogok belanja.

1. ke pasar
·       Pake baju atasan yang nyaman, kaos longgar, celana panjang atau celana pendek yang rada longgar. Jangan pernah sesekali ke pasar pake terusan lucu atau baju ketat dan jeans pendek apalagi yang namanya hotpants. Yang ada Anda bakalan digoda-godain dan disuitin dah ama preman, tukang becak dan penjual setempat. Tengsin khan?!
·       Ga usah ribet bawa tas segala, apalagi pake tas bermerek sekelas Channel, Luis Vuitton atau Prada kebanggaan Anda itu... Yang ada entar tasnya malah kotor dan rusak, harga bawang dan cabe dimahalin hingga 10 kali lipat!
Jangan juga pake high heels kesayangan Anda itu, “bechyek ga ada ojhyek Boo...” (ala Cinchya Lawra). Kondisi jalanan ga banget buat gegayaan, meskipun yang jualan disitu mukanya sekelas Brad Pitt atau Robert Pattinson, pliiis dah jangan pake high heels...
Cukup bawa dompet jelek aja mah buat ke pasar. Pisahin dompet buat ngeceng ama dompet buat ke pasar. Dompet pasar cukup yang murah meriah aja, soalnya duit dari pasar itu khan bauuuuu.... bau ikan, bau ayam, bau daging, bau bawang! Ga mau donk dompet kesayangan Anda dengan lusinan kartu ATM dan foto mesra dengan pacar atau suami kena ciprat aroma daging? Howeeekhhh...
·       Jangan terlalu mempertunjukkan tampang bodoh Anda yang ga tau harga, sok merasa dibutuhkan banget dalam hal berbelanja di pasar.
"Bu, kangkung seiket berapa?"
1.500, Neng"
Dengan sok pede menawar, “3.000 dapet 4 yaa Bu?"
Alhasil dipelototin dengan sukses ama ibu penjualnya...
Hahahaha...
·       Sok akrab ama para penjual di pasar, siapa tau bisa dikasih harga murah. Bahas apa aja deh, “Ibu harga cabe mahal banget ya sekarang?"
Tar si ibu pasti bakal cerita ngalor ngidul panjang x lebar x tinggi deh...
·       Ga mandi mah ga apa-apa, toh bau badan akan berbaur sempurna dengan bau daging-daging dan ikan.
·       Boleh kentut sembarangan, ga bakal ada yang ngeh kok... Apalagi kalo kentutnya sebisa mungkin dekat ama tukang telor, dan di sebelah tukang telor ada tukang jengkol.

2. ke tukang sayur
·       Pake daster atau piyama apa aja boleh. Namanya juga pagi-pagi buta masa harus mandi dulu? Pake make-up ma blow rambut dulu? Sah-sah aja mah, tapi yang kudu diperhatikan belek ama iler udah bersih belon? Kasian entar tukang sayurnya pingsan nyium napas jigong baru bangun tidur.
Yang paling penting, jangan lupa cek udah pake BH belon, soalnya ada beberapa orang yang tidur ga pake daleman. Hihihihi....
·       Yaaa... namanya tukang sayur keliling khan biasanya berhenti di depan rumah. Cukup ambil duit secukupnya dan bayar, kadang ngutang juga boleh.
·       Soal harga, masih bisa dinego dari harga aslinya, bisa ditawar. Harganya lebih mahal sedikit dari pasar...
·       Harus deket banget ama tukang sayur, biar suatu saat kita lagi malas ke pasar dan ga ada barangnya di supermarket, bisa nitip ama tukang sayurnya. Ce-es gitu deh, dan si tukang sayur pun akan memperlakukan kita kayak putri...
* lebay*
·      Hati-hati jangan kentut sembarangan, soalnya pelanggan tukang sayur khan terbatas. Ga jarang kita malah berhadapan berduaan doank ama penjualnya. Kasian khan penjualnya jadi misuh-misuh, kita udah bau jigong, ga mandi, bau kentut pula!

3. ke supermarket
·       Kalo kesini mah boleh seheboh dan senista mungkin! Ga ada tukang becak, abang tukang sayur yang merhatiin. Malah kalo lagi beruntung, siapa tau ketemu pencari bakat...
·       Pake bulu mata palsu juga boleh... Pake tas mahal, wig, hak tinggi kalo kuat keliling muter-muter supermarket, semuanya boleh banget....
·       Jangan coba-coba nawar klo gak mau ditangkap satpam... Harga pas, harga mati berlaku untuk semua item!
·       Ga usah sok akrab ama kasir... Ga bakal dikasih diskon dah! Hahhaha…
·       Mandi dong... masa mau bau kecut acem?? Kasian orang-orang yang disana, begitu mendekat pada pingsan semuaaaa....
·       Boleh kentut asal kecil-kecil. Kalo bisa, kentutnya dekat ama rak telor, kalo bau khan entar tinggal salahin telor "Iiih... telornya bau busuk giniii!" sambil melengos pergi. Hahahaha...

 
Selamat berbelanja.
Yuuuk, marriiiii….
Coretan Selengkapnya...

Selasa, 05 April 2011

Adegan Sinetron Indonesia

SINETRON (sinema elektronik), begitulah banyak orang Indonesia menyebutnya. Di Amerika Latin sana, mereka menyebut kisah drama bersambung ini dengan nama telenovela. Tapi apapun sebutannya, intinya pengertianya adalah sama.
Hampir seluruh sinetron yang beredar Indonesia mempunyai alur cerita yang sama. Bahkan bisa dibilang monoton dan kurang berkualitas. Jalan ceritanya hampir sama dari satu sinetron ke sinetron yang lain. Ceritanya hanya seputar konflik rumah tangga yang tidak berkesudahan, konflik cinta yang berlarut-larut, dan tentang perbedaan antara si miskin dan si kaya.
Nilai pendidikan yang terkandung dalam sinetron juga terbilang masih kurang. Banyak penayangan sinetron yang kurang mendidik bagi anak-anak di bawah umur yang menontonnya. Harusnya apa yang menjadi tontonan orang banyak dapat memberikan pelajaran atau hikmah yang bisa diambil setiap masyarakat yang menyaksikannya. Tidak sedikit anak-anak kecil yang mencontoh adegan-adegan yang tidak baik yang ada dalam sinetron. Hal ini seharusnya tidak terjadi.
Alurnya yang monoton juga membuat sebagian besar pengkonsumsi film atau sinetron menjadi bosan. Bahkan mereka bisa menebak apa yang akan terjadi di akhir sinetron tersebut. Seharusnya para kru di dunia sinetron bisa lebih kreatif lagi dalam mengembangkan alur cerita dan menyematkan unsur pendidikan yang positif agar masyarakat bisa menyerap dengan baik pula dan anak-anak bisa mencontoh dan menerapkan apa yang mereka tonton dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun diperankan oleh para aktor dan aktris kenamaan Indonesia, hal ini belum tentu menjamin keberhasilan sebuah sinetron dalam menarik perhatian sebagian besar masyarakat Indonesia. Kembali lagi yang menentukan adalah alur cerita dari sinetron tersebut. Semakin menarik alur cerita sinetron tersebut maka akan semakin banyak juga penggemar sinetron tersebut.
Berikut beberapa plot cerita atau adegan yang terdapat hampir di semua sinetron Indonesia.
1.     Biasanya lebih dari 300 episode. Kalau sukses, akan dibuat seri ke-2, seri ke-3 hingga seri ke-x yang mana antara cerita awal dengan sekuelnya bisa dikatakan tidak ada hubungannya. Serinya dibuat panjang, takut kehabisan bahan dengan alasan ratingnya naik (padahal membosankan!)

2.     Ada orang sangat kaya, rumah mewah dengan fasilitas yang serba ada, tapi tidak pernah jelas pekerjaan dan bisnisnya apa. Saat adegan makan malam atau sarapan pagi, biasanya kumpul bersama istrinya, anaknya, menggunakan sendok-garpu, lauknya berlimpah, buah-buahan yang komplit, beserta es jeruk atau susu.
3.     Umumnya orangtua kaya punya anak perempuan tunggal, atau sepasang anak laki-laki dan perempuan, jarang ditampilkan punya anak lebih dari dua, apalagi tujuh anak! Anak laki-laki atau anak perempuannya menjadi petinggi di perusahaan milik orangtua, padahal kalau dilihat wajahnya culun dan belum pantas. Umur anak perempuan dengan si ibu tidak terlalu jauh, demikian juga anak laki-laki dengan ayahnya.
4.     Orangtua yang kaya ini umumnya suka menjodohkan anaknya ke orang lain yang berasal dari keluarga kaya juga, namun si anak lebih memilih pujaan hatinya sendiri meski ditentang oleh orangtua yang kaya.
5.     Cerita utuhnya pasti soal percintaan, hampir tidak pernah ada tema yang lain! Ceritanya ada perempuan suka laki-laki, si perempuan itu miskin, sedangkan si laki-laki kaya. Lalu ada pihak ke tiga, biasanya perempuan kaya yang suka dengan laki-laki tersebut. Si perempuan kaya tidak suka saingan dengan si perempuan miskin, dsb, dst. Ujung ceritanya biasanya si laki-laki jadian dengan si perempuan miskin tersebut!
6.     Setiap judul pasti ada kata-kata ‘cinta’, misalnya: Wajah Cinta, Selimut Cinta, Cinta, Tersandung Cinta, Cinta Kita, Cintaku Sebesar Gunung, Awan Cinta… Hhuufft!



7.     Belakangan judulnya mengalami revolusi menjadi nama-nama pelaku utamanya, misalnya: Dinda, Intan, Haryati, Cindy (sudah kehabisan judul cinta), dan tak pernah judulnya seorang laki-laki.





8.     Ayah atau ibu si anak miskin selalu dalam kondisi sakit parah. Penyakit yang sering ada kanker otak, TBC (biasanya adegan batuk, lalu di tisu/sapu tangan ada bercak darah). Atau penyakit yang ngetren adalah akibat jatuh, mendengar berita jadi kaget atau kecelakaan terus jadi stroke dan lumpuh  tidak bisa menulis dan berbicara, sehingga  jalan cerita tidak jadi selesai
9.     Adegan tokoh utama yang sedang mencari tokoh lainnya (pacar, ayah, ibu, atau orang lain yang disayangi) namun belum ketemu, padahal sudah berada di jarak yang dekat, entah karena si tokoh tidak melihat, atau pandangannya tertutup angkot.
10.  Pemeran protagonis, bicaranya dilembut-lembutkan, tingkahnya sangat santun, rapi, sangat baik, selalu senyum, sehingga kelihatan kurang wajar.
      Tokoh yang baik biasanya melarat dan bodoh, gampang dibohongi. Tokoh baik hampir tidak pernah minta tolong pengacara dan menang. Minta  tolong polisi juga selalu gagal. Tapi begitu tokoh jahat minta bantuan polisi atau pengacara hampir dipastikan menang. Pengacara dengan gampangnya disuruh mengganti isi warisan dengan diberi imbalan uang banyak (ini merusak citra pengacara, walau memang banyak sih yang demikian!) Terus hartanya dikuasai si tokoh jahat, dan seisi rumah diusir.
11.  Si antagonis, ciri khasnya selalu marah; setiap episode, setiap menit isinya marah melulu, mata melotot ke kiri ke kanan, dipicingkan sebagai tanda keculasan, ketawa terbahak-bahak tanda kepuasan menang atas tokoh baik, dan mulutnya dimiring-miringkan, pokoknya sangat-sangat jahat deh! Orang yang antagonis menggunakan make-up tebal, sedangkan orang yang baik menggunakan make-up warna terang dan natural.
12.  Ada adegan menangis dan paling mendominasi di setiap episode. (Mungkin biar bisa masuk nominasi pemeran menangis terbaik versi FFI.)

13.  Punya pembantu yang dipanggil “mbok” atau “bik”, namanya tidak jauh dari Inem atau Iyem. (Tidak ada nama lain apa ya?) Pembantu biasa ibu-ibu gemuk, ada sanggul kecil di belakang, dan serbet di pundak yang kerjanya menyediakan minum, duduk di lantai tiap ngobrol dengan majikan yang duduk di sofa.
14.  Ada juga pembantu gaya baru, wanita agak muda, hobinya memperkeruh suasana, rambut dicat pirang dan berdandan  menor. Selalu mengenakan daster batik murahan dan selalu berpihak ke si antagonis. Pembantu ini lebih cantik daripada nyonya majikan.
15.  Kalau ada adegan lagi bertelepon, pasti penonton bisa mendengar suara si penelepon di seberang.
16.  Kalau ada adegan di kantor, biasanya dalam ruangan bos, mewah, selalu dikondisikan memeriksa map, tapi tidak pernah selesai karena datang anggota keluarga atau pacarnya.
17.  Karyawan kantor biasanya pakai dasi, tapi kadang tidak nyambung antara dasi dan kemejanya, dan kerjanya cuma mondar-mandir tidak jelas.
18.  Adegan dalam mobil, adegan yang jadi favorit sinetron kita. Adegan ini selalu hadir di setiap sinetron, biasanya terjadi pembicaraan sepasang kekasih, mesra, tapi tiba-tiba diganggu oleh telepon dari seseorang yang mengancam. Anehnya, polisi tidak pernah menilang tokoh ini walau menerima telepon sambil berkendara. Yang lebih aneh lagi, naik mobil tidak pernah ganti gigi walau harusnya ganti gigi bila berbelok arah.
19.  Herannya, selalu ada tabrakan. Mobil melaju, tiba-tiba berhenti mendadak. Pada saat tertabrak, selalu pake slow motion, jatuhnya diatur, terkapar dan berdarah pasti di kening, dan masuk rumah sakit. Adegan kecelakaan yang goblok, sudah tahu mau ada mobil atau motor yang menabrak bukanya lari atau menghindar malah cuma berdiam diri pasrah menutup mata sambil berteriak.
20.  Di dalam rumah selalu berdandan habis, dan pakai sepatu. Tidurpun masih full make-up, bangun tidur juga pakai make-up, bajunya saja yang diganti dengan piyama.
    Para pemain sinetron adalah korban mode, selalu mengikuti perkembangan hape keluaran terbaru.
21.  Selalu ada adegan di kafe atau restoran, tiba-tiba si perempuan memergoki pacarnya selingkuh dengan perempuan lain. Jadinya ribut! Biasanya si perempuan akan menyiramkan gelas berisi minuman ke wajah si laki-laki.
22.  Jika dua orang ngomong rahasia di kamar, ada yg tiba-tiba menguping pembicaraan dan tahu semua rahasia. Si penguping pun “memeras” yang punya rahasia.
23.  Kalau lagi pacaran atau pergi pesta, mobilnya bagus-bagus. Tapi kalau lagi kejar-kejaran mobilnya berubah jadi mobil jelek, padahal sebelumnya di rumah yang punya mobil tidak ada mobil jelek itu.
24.  Kalau sinetron anak sekolahan, umumnya si murid suka berpakaian seenaknya, bajunya tidak dimasukkan, ada yang gondrong, ada yang pakai rok di atas lutut, berbaju ketat dan mini, pakai lipstik, pake aksesoris berlebihan, apalagi ada yang ditindik segala. Semakin dia tokoh utama, semakin tidak tertib pakaian sekolahnya.

25.  Motor yang suka dipakai biasanya motor gede  atau motor sport, dan polisi tidak pernah menilang walau dia tidak menggunakan helm saat naik motor.
26.  Polisi selalu berbicara kaku, dan kata-kata ucapannya, “JANGAN BERGERAK!”
27.  Jika harus berpisah dengan orangtua dan berangkat ke luar negeri, pasti ke Amerika. (Apa tidak ada negara lain ya?)
28.  Adegan mesra dengan mengumbar kata-kata manis, lalu saling mendekatkan bibir, dan berpelukan, lalu tiba-tiba turun hujan… Hujan setempat! Adegan hujan-hujanan cuma ada di sekitar mereka berdua saja…

29.  Pemerannya itu-itu saja di hampir semua sinetron. Bintangnya banyak menggunakan artis blasteran supaya cakep padahal akting pas-pasan. Cuma modal tampang! Mau sedih, senang, marah, semua ekspresi mukanya sama saja... Datar!

30.  Adegan orang yang menghentikan sebuah pernikahan. Biasanya ketika penghulu bertanya pada para saksi, “Bagaimana para saksi? Sah?”, tiba tiba ada tokoh lain yang berteriak “Tunggu!” untuk menggagalkan pernikahan.
31.  Adegan tokoh utama laki-laki yang dengan mudahnya bisa menang jika berkelahi dengan penjahat walaupun dikeroyok (padahal di awal cerita tak ada adegan si tokoh utama cowok belajar pencak silat). Kalau berkelahi sesama laki-laki sampai luka tidak merasa sakit. Tapi giliran dipegang sama pacarnya teriak-teriak kesakitan.
32.  Hewan legenda tidak jauh dari naga, phoenix atau yang dari luar Indonesia.
33.  Adegan tokoh yang berteriak kaget “APA…??!” saat diberitahu ada anggota keluarganya yang kecelakaan.
34.  Adegan membatin dalam hati suaranya pasti menggaung…  Sound effectnya berlebihan sekali. Kameranya selalu meng-close up pemainnya yang kaget atau menangis, lalu sambil memutar-mutar 360 derajat mengelilingi para pemain dengan efek slow motion, biasanya selalu diiringi musik yang berlebihan. Dan tak lama keluarlah tulisan BERSAMBUNG! 
Coretan Selengkapnya...