Sabtu, 30 April 2011

Tes Mata Rabun Jauh (2)

Waahh… ketemu Sabtu lagi nih, akhir pekan pas banget dengan akhir bulan. Bingung deh mau kemana dan melakukan apa. Daripada bingung, mari kita jalan-jalan melihat sekeliling kita. Toh, jalan-jalan santai menghirup udara segar tidak perlu memakan biaya yang lumayan bikin kantong kamu tambah cekak di akhir bulan ini.

*Celingak-celinguk, toleh kiri – toleh kanan*

Hhmmm…  mari kita Tes Mata Rabun Jauh lagi, apakah mata kamu masih cukup bisa berakomodasi dengan baik melihat benda-benda yang jauh.

Coba perhatikan mobil ini... Sepintas sih, tidak ada yang terlihat istimewa.

Sudah kelihatan, belom…??

 Sabar… sabaaarr… Dikit lagi juga bakal kelihatan koq.

 Tuh khan… Sudah kelihatan.

 Hahhahaha… no comment dah!
Coretan Selengkapnya...

Jumat, 29 April 2011

Sambil Menunggu

Kedua pria ini sedang duduk menunggu. Pria yang satu adalah tukang ojek yang sedang menunggu calon penumpang, dan pria lainnya lagi menunggu antrian cuci cetak foto. Keduanya menunggu sambil merokok.

Hmm… bisa tidak yaa menunggu sambil melakukan apa yang bermanfaat gitu yang bukan merokok?? Main sudoku atau mengepel, misalnya…
Coretan Selengkapnya...

Adegan Film India

Lihat berita televisi, ada Briptu Norman.Lihat infotainment, yang lagi hot digosipin Briptu Norman. Baca tabloid juga lagi ngupas habis profil anggota Brimob Polda Gorontalo itu. Ahh… bosan juga deh lama-lama dengan berita yang itu-itu mulu!
Anggota Polri yang satu ini memang mendadak tenar setelah adegan joget yang luwes dan lipsync lagu Chaiyya Chaiyya dari film Dil se saat bertugas di pos jaga dan menghibur temannya yang lagi bersedih, lalu di-upload ke YouTube. Alhasil, lagu Chaiyya Chaiyya pun booming di masyarakat, tua-muda piawai menyanyikannya, entah di acara sunatan missal setingkat RT/RW atau acara formal kedinasan sekalipun. Terlebih lagi, film India jadi diputar lagi di beberapa televisi swasta setelah beberapa tahun absen karena mendapat larangan dari komisi penyiaran.

Sebenarnya bagaimana sih adegan-adegan yang ada dalam film India? Setelah sebelumnya kita mengintip Adegan Sinetron Indonesia yang sudah tentu kita tahu juga bagaimana kualitasnya, yuk sekarang mari intip secuil adegan keluaran Bollywood tersebut.
1.      Nama tokoh utama pria cuma berkisar itu-itu saja: kalau bukan Raja, Raju, Vijay atau Rahul. Kayaknya sih nama hoki kali yak… Hehehe
2.      Jagoannya selalu memakai pakaian yang lain dari yang lain, misalnya jaket yang bentuknya unik, memakai ikat kepala atau pasti orangnya ganteng. Yang jadi penjahat biasanya identik dengan kacamata hitam dan berkumis/brewok tebal. Biasanya yang jadi penjahat bernama Tuan Thakuur.
3.      Tokoh utama dalam film India paling tidak boleh lihat pohon atau tiang! Tiap kali melihat dua benda ini, pasti berlari mengelilingi dan joget ngitarin, lalu sang wanita muncul dan mereka pun saling menggoda dengan adegan yang lumayan vulgar. Tidak heran deh film india bisa berdurasi 3 jam lebih.
4.      Sepasang kekasih bisa menari-nari di tengah lapangan atau taman bunga, dan entah dari mana tiba-tiba serombongan penari yang naujubilah banyaknya akan muncul dari antah berantah dan bergabung menari bersama mereka. (penari latar Michael Jackson aja kalah banyak, cuy!)
5.      Tokoh yang paling dihormati pastilah IBU… Bapak biasanya sering jadi tokoh yang rada blo’on dan kalau ngomong sering sambil goyang-goyang kepala.
6.      Seorang pria tidak akan merasa sakit saat melakukan perkelahian sengit namun akan mengaduh sakit saat seorang wanita berusaha membersihkan lukanya. (mirip adegan sinetron Indonesia juga nih!)
7.      Saat adegan berkelahi, pasti mukulnya tidak kena tapi akibat pukulan tadi bisa terlempar melayang dari dalam rumah, bahkan ada yang tersangkut di pohon segala… (orang India ternyata juga bisa kungfu!)
8.      Jagoannya akan berubah tiba-tiba menjadi kuat walau sudah diikat tali, diterjang belasan peluru atau ditikam dengan pedang, saat melihat pujaan hatinya dianiaya atau akan diperkosa tokoh penjahat.
9.      Sekali dipakai make-upnya tidak pernah luntur, saat hujan ataupun saat lainnya.
10.   Pada babak akhir, sang jagoan akan menemukan bahwa si tokoh jahat yang dilawannya sebenarnya adalah saudara kandungnya, wanita tua yang mencarinya adalah ibunya dan kepala inspektur adalah ayahnya serta sang hakim adalah pamannya dan seterusnya…
11.   Kata-kata dalam bahasa Inggris yang biasanya muncul adalah “No Problem!, My God!, Get Out!, Shut-up!, Impossible!, Please forgive me!” dan diucapkan dengan lantang tapi dengan pelafalan yang anak SD kita saja masih jauh lebih baik dari mereka.
12.   Airmata sang jagoan dan si wanita gampang mengucur bak keran air, tapi seketika juga cepat kering dan langsung menari-nari.
13.   Saat adegan festival hari raya Holi, para tokoh belepotan dan bubuk berwarna-warni bertebaran dimana-mana. Tapi, dalam seketika para tokoh juga bisa berganti pakaian baru dan bersih.
14.   Film India yang ada binatangnya, maka pasti deh binatang itu selalu jadi teman jagoannya.
15. Di setiap pertempuran kurang lengkap rasanya kalo tidak ada polisi. Setiap polisi datang, pasti pertempuran sudah selesai, pahlawan kesiangan!
Jadi sebenarnya, lebih mending mana film India dengan sinetron Indonesia??
Monkey Icons Yoyo
Coretan Selengkapnya...

Kamis, 28 April 2011

Traffic Light Ohh... Traffic Light

Biasanya kalau kita sedang berhenti di perempatan lampu lalu lintas, kita akan menunggu sesuai dengan penghitung waktu mundur (countdown timer) yang dipasang bersamaan dengan lampu tersebut.
timer ketika menyala 'merah'
timer ketika menyala 'hijau'
Keberadaan timer ini sangat membantu para pengguna jalan yang melintas di jalan raya, terutama dengan lalu lintas padat dan ramai. Pengendara dapat memperkirakan dengan tepat kapan ia dapat melintasi persimpangan dan berapa lama ia harus berhenti dan menunggu lampu kembali menyala hijau. Lampu lalu lintas dan timer dibuat dari lampu LED (Light Emitting Diode). Penggunaan LED sangatlah tepat karena selain hemat energi, terangnya LED dapat terlihat dari jarak 1 kilometer sehingga dari posisi sejauh ini para pengguna jalan dapat dengan mudah memperkirakan apa kondisi lampu lalu lintas ketika ia berada di persimpangan.

Nah, bagaimana reaksi teman-teman warna-warni jika sedang berhenti di lampu lalu lintas yang begini??

Atau yang satu ini?

Saya yakin dengan digit waktu yang tertera begitu, pasti deh teman-teman akan menyempatkan keluar dari kendaraan lalu mampir belanja dulu ke swalayan terdekat atau nongkrong makan bakso. Atau, sekalian ditinggal tidur deh. Zzzz…
Atau mending sekalian berbalik arah, mutar cari jalan lain.Monkey Icon
Coretan Selengkapnya...

Rabu, 27 April 2011

Pembantaian & Penyiksaan Ayam sebelum jadi Menu Lezat KFC


Suka makan ayam goring krenyes buatan Kolonel Harland Sanders yang tersohor itu? Hohoho… Anda mungkin akan berpikir dua kali setelah tahu yang berikut ini.
“[KFC] tidak pernah mengadakan pertemuan apapun. Mereka tidak pernah meminta alat apapun, dan mereka mengatakan pada pers bahwa mereka mempunyai komite penasehat kesejahteraan hewan. Saya merasa ditipu.”—Dr. Adele Douglass, bekas penasehat kesejahteraan hewan untuk KFC, Chicago Tribune
Setiap kali investigator dalam penyamaran memasuki fasilitas suplai KFC, mereka menemukan penyiksaan tersembunyi. Di salah satu rumah jagal “Supplier of the Year” KFC di West Virginia, pekerja tertangkap kamera sedang memotong kepala unggas, melempar mereka, meniupkan abu rokok ke mata mereka, mengecat muka mereka, dan melemparnya ke dinding—semua unggas tersebut masih sadar dan dapat merasakan sakit. Ini berbeda jauh dengan klaim KFC bahwa mereka “hanya bekerjasama dengan penyuplai yang berjanji untuk menghormati standar tinggi dan komitmen kami terhadap kesejahteraan hewan.”
Sejumlah surat kabar terbesar dan terkenal di Amerika Serikat, Kanada, Eropa, dan Australia telah menulis editorial panas yang membicarakan kondisi di fasilitas ini, dan pelanggan berbicara dengan dompet mereka, mulai menjauhi KFC setelah mengetahui cara tersembunyi bahwa lebih dari 850 juta ayam yang berakhir di ember ayam KFC setiap tahunnya disiksa.
Ayam dipak berdesakan di kandang angkutan.
Ayam tiba di rumah jagal berlumuran kotoran mereka sendiri.
Unggas didihkan hingga mati. Jutaan ayam mengalami hal ini di AS setiap tahunnya.
Close-up unggas yang dididihkan hingga mati.

Banyak ayam yang mati dalam perjalanan ke rumah jagal.
·       Sekitar 1 milyar ayam yang dibunuh setiap tahun untuk ember ayam KFC dimasukkan dalam jumlah puluhan ribu ekor ke kandang penuh kotoran yang pengap karena asap amoniak.
Ayam biasanya tiba di rumah jagal dengan luka bakar amonia buruk dan luka terbuka.
·       Kaki dan sayap unggas sering patah karena mereka terlalu berat dan karena pekerja dengan sengaja melemparkan mereka ke krat dan peti angkutan.
·       Tenggorokan ayam disembelih dan mereka dimasukkan ke tangki berisi air panas mendidih untuk merontokkan bulu mereka, biasanya ketika ayam-ayam tersebut masih sadar dan mampu merasakan sakit.
Ayam masih hidup dapat dilihat dari rasa sakitnya.
·       KFC membiarkan pekerja pabrik-pertanian dan rumah jagal menangani unggas hidup, sehingga banyak unggas yang berakhir dengan disiksa sangat sadis. Di sebuah rumah jagal “Supplier of the Year” di West Virginia, pekerja tertangkap kamera sedang memotong kepala unggas, melempar mereka, meniupkan abu rokok ke mata mereka, mengecat muka mereka, dan secara kejam menginjak mereka. Hal ini ditemukan lebih dari 2 tahun setelah KFC menjanjikan pada PETA bahwa mereka menjalankan kesejahteraan hewan secara serius.
Setiap truk transport berisi ribuan unggas.
·       KFC bersembunyi dibalik Dewan Penasehat Kesejahteraan Hewan-nya, meskipun lima anggota dewan telah mundur dalam frustrasi. Salah satu d iantaranya, Adele Douglass, memberitahu Chicago Tribune bahwa KFC “tidak pernah mengadakan pertemuan apapun. Mereka tidak pernah meminta alat apapun, dan mereka mengatakan pada pers bahwa mereka mempunyai komite penasehat kesejahteraan hewan. Saya merasa ditipu.”
·       Laporan penyiksaan seperti ini mencuat di Amerika Serikat, Britania Raya, Australia (lihat penyelamatan 20 ayam oleh Animal Liberation Victoria dari penyuplai KFC di luar Melbourne), Selandia Baru, Jerman dan India.
Unggas hidup biasanya bepergian bersama teman satu kandangnya yang mati.
Ayam ditumpuk dari kandang mereka dalam satu tumpukan besar sebelum dikunci.
Kumpulan rekaman amatir penyiksaan di KFC dipandu oleh Pamela Anderson:
Video investigasi ini disiarkan oleh stasiun televisi di seluruh dunia juga tiga acara berita malam AS, Good Morning America, dan semua jaringan berita kabel. Lebih dari tiga juga orang telah menyaksikan rekaman ini di situs web PETA.

Apapun bentuknya, stop violence against animals!
dengan perubahan seperlunya
Coretan Selengkapnya...

Selasa, 26 April 2011

Mari Intip Jenis Kelamin Komputer Teman-teman

Teman-teman warna-warni, tahu ga sebenarnya kita bisa mengintip mengecek jenis kelamin komputer atau laptop kita, apakah berjenis kelamin cewek atau cowok, masih remaja atau sudah dewasa... Memang sih kedengarannya agak aneh. Tapi serius lhoo… ini beneran!
Cara untuk mengetahuinya pun sangat mudah. Tinggal pelorotin aja celana komputer yang Anda miliki.
 Hehehe... kidding you!

Caranya adalah seperti berikut:
1.   Buka aplikasi Notepad.
Klik Start --> All Programs --> Accessories --> Notepad
2.   Copy-paste kode ini ke notepad tersebut: CreateObject("SAPI.SpVoice").Speak"I love you"
3.   Simpan dengan nama computer_sex.vbs
4.   Lalu jalankan, file tersebut.
Klik kanan, Open

Jangan lupa nyalakan speaker di komputer atau laptop. Nah.. jika teman-teman warna-warni mendengar suara cowok, berarti jenis kelamin komputer atau laptop Anda itu adalah laki-laki. Sebaliknya jika suara cewek, berati berjenis kelamin perempuan.
Kalau laptop yang saya punya, berjenis kelamin perempuan lhooo...

Selamat mengintip mencoba.
Coretan Selengkapnya...

Senin, 25 April 2011

Doa Kupu-kupu


Tuhan,
terkadang kami suka lupa diri
tak jarang kami suka meninggikan hati.
Namun sebaris pinta kami
tulus dari dasar sanubari
ingatkan kami bila kami jadi belagu,
bahwa dulu kami hanya seekor ulat bulu,
hanya seekor pengganggu,
timbulkan gatal bagai kutu.

Tuhan,
Ingatkan kami saat kami sombong,
dulu kami hanya sebuah kepompong.
bagai pertapa yang terasing, hening, kosong,
terbentuk dalam masa bengong.

Tuhan,
saat kami kini menjadi kupu-kupu
terbang dengan sayap bentukan-Mu
menabur serbuk, warnai dunia yang kelabu
Secantik dan setampan apa rupa kami,
sehebat dan sepentingnya diri kami,
ingatkan kami selalu,
bila kami hanya seekor ulat bulu.

Coretan Selengkapnya...

Minggu, 24 April 2011

Sepucuk Surat kepada Presiden


Dear Mr. President, come take a walk with me
(Take a walk with me)
Let's pretend we're just two people and you're not better than me
I'd like to ask you some questions if we can speak honestly


Selamat malam Bapak Presiden Pemimpin Bangsa,
Saya menulis surat ini saat mendengar dan membaca berita di berbagai media bahwa Bapak terkena penyakit stroke. Saya mengharapkan, semoga sakit Bapak tidak berkepanjangan yang dapat menghambat kinerja Bapak dalam memimpin bangsa ini.

Saya juga mengharapkan semoga juga surat ini tidak mengganggu tidur lelap Bapak, semoga selimut mewahmu selalu menghangatkanmu dari dinginnya malam, semoga alunan musik klasik dalam kamarmu tidak mengganggumu dari jeritan dan pekikan rakyatmu yang kelaparan.
Terlalu lancang rasanya apabila rakyat jelata seperti saya datang tengah malam, mengetuk pintu istanamu yang megah, mengganggu tidurmu dan hanya ingin berbincang, membicarakan kegelisahan ini. Dengan segala kerendahan hati, saya mencoba untuk mencurahkannya melalui selembar surat kotor ini.

What do you feel when you see all the homeless on the street?
Who do you pray for at night before you go to sleep?
What do you feel when you look in the mirror? Are you proud?

Percayalah di balik tidur lelapmu Bapak, ada sebagian dari rakyatmu yang tidak bisa tidur. Sebagian dari kami terjaga karena tidak memiliki alas untuk sekedar merebahkan badan yang lelah karena seharian berpeluh di bawah terik matahari demi sesuap nasi.
Sebagian terlalu takut dan gelisah menghadapi hari esok, karena berbagai aksi teror dan kekerasan oleh beberapa oknum yang menganggap diri mereka lebih baik dibanding kalangan tertentu. Sebagian terlalu takut menghadapi segala kebijakan dan keputusan yang diambil di masa kekuasaanmu. Tidak berani menebak-nebak…

How do you sleep while the rest of us cry?
How do you dream when a mother has no chance to say goodbye?
How do you walk with your head held high?
Can you even look me in the eye? And tell me why?

Tahukah Bapak Presiden, ‘kejutan-kejutan’ yang sudah kau berikan kemarin dan sebelumnya, sungguh menghancurkan segala harapan, menyayat hati, membungkam senyum-senyum kecil rakyatmu yang semestinya kau cintai dank au lindungi, melebarkan tangis duka anak-anak bangsa yang tak bergizi, melukai ibu pertiwi.
Entah kejutan-kejutan apalagi yang akan Bapak berikan kepada kami esok hari – apakah racun yang kau berikan untuk anak-anak dan bayi-bayi kami sehingga kurang gizi? Apakah harga pangan yang akan terus kau naikkan, mengimpor bahan pangan di tengah-tengah julukan negeri lumbung padi? Apakah BBM yang akan kau tiadakan, sementara kilang minyak bertebaran di berbagai pelosok negeri? Apakah ketidakadilan hukum yang kau pamerkan? Ataukah teror yang akan kau hidangkan untuk kami esok pagi? Atau… entah apalagi kado istimewa yang akan kau suguhkan untuk kami, tentunya sangat mengejutkan bukan?

Dear Mr.President, were you a lonely boy?
(Were you a lonely boy?)
Are you a lonely boy?
(Are you a lonely boy?)
How can you say, no child is left behind?
We're not dumb and we're not blind
(We're not blind)
They're all sitting in your cells while you pave the road to hell

Bapak Presiden yang terhormat, mungkin musik indah pengantar tidurmu terlalu syahdu dan mendayu-dayu sehingga kau benar-benar tidak mendengar pekikan dan jeritan kami. Tapi, saya yakin bahwa Presiden kami bukanlah pemimpin yang tuli dan buta, apalagi tidak punya hati nurani. Kau tidak hidup sendirian di negara ini. Ada dua ratus tiga puluh juta rakyat yang tinggal bersama dengan Bapak di bumi pertiwi ini, dua ratus tiga puluh juta jiwa yang mencari hidup dan penghidupan di negeri yang tanahnya sudah kami injak puluhan tahun, yang udaranya kami hirup setiap hari, yang hasil buminya memberi makan mulut-mulut kami.


Dengan penuh kerendahan hati dan tanpa merngurangi rasa hormat, saya minta kepada Bapak, tolong perhatikan nasib kami. Masih banyak rakyat yang Bapak pimpin tidak bisa menikmati pendidikan, masih banyak rakyat yang kelaparan, masih banyak rakyat yang sakit-sakitan, masih banyak rakyat yang pengangguran, masih banyak rakyat yang hidup dalam kesusahan. Susah payah hanya sekedar untuk makan, sekedar untuk mendapat pendidikan, sekedar untuk mendapat fasilitas kesehatan, sekedar untuk mendapat air bersih, sekedar untuk mendapat bahan bakar murah, sekedar untuk mendapat tempat tinggal yang memadai.

What kind of father would take his own daughter's rights away?
And what kind of father might hate his own daughter if she were gay?
I can only imagine what the first lady has to say
You've come a long way from whiskey and cocaine

Bapak, saya tak mengerti tentang hukum dan politik, pun saya tak ingin tahu banyak tentang keduanya. Saya warga negara biasa yang sudah cukup puas dengan kehidupan yang layak dan pekerjaan yang baik. Hukum dan politik bukan bidang kami, dan barangkali kami memang tak perlu memahaminya, karena seperti yang sering dibilang orang, hukum dan politik itu klise, bisa dibeli dengan uang dan kekuasaan! Namun, kali ini, izinkan kami bersuara.

Prihatin tak lagi cukup, Bapak. Beragam janji dan instruksi tidak lagi mampu membungkam mulut kami, karena kami sudah kenyang dengan janji. Kami lelah menunggu tanpa daya. Kami letih menonton tanpa bisa berbuat apa-apa.



How do you sleep while the rest of us cry?
How do you dream when a mother has no chance to say goodbye?
How do you walk with your head held high?
Can you even look me in the eye?

Nyanyian dari bibirmu sudah cukup kami dengarkan, Bapak. Kini kami menanti sesuatu yang lain. Kami tak minta banyak, Bapak. Kami hanya ingin orang yang kami pilih mampu menyediakan keamanan bagi kami. Kami ingin bisa beribadah dengan damai. Kami ingin bisa melalui jalan-jalan kota dengan tenteram. Kami ingin menikmati film dan pergi ke tempat-tempat hiburan dengan leluasa. Kami ingin bebas dari rasa takut dan teror.

Kami ingin pajak yang kami bayarkan digunakan untuk sebaik-baiknya kepentingan rakyat dan pembangunan negara, karena sekalipun kami hidup berkecukupan, jutaan penduduk Indonesia di lain pelosok masih belum menikmati kehidupan dan penghidupan yang layak. Sudah cukup kami merasa pedih melihat uang hasil jerih payah kami digunakan untuk plesiran anggota dewan yang terhormat yang notabene seringkali tidur, membolos bahkan mempertontonkan moral yang bejat saat sidang atas nama rakyat, sementara jutaan rakyat miskin mengais sampah dan makan nasi yang sudah basi setiap hari.

Kami ingin korupsi dan segala praktek tikus berdasi dihapuskan dari muka negeri ini. Kami jijik dengan tingkah laku para pengusa di gedung sirkus Senayan yang tampak alim dan berwibawa namun tak lebih dari seekor lintah penghisap darah dan serigala berbulu domba. Kami malu akan ‘prestasi’ yang diraih sebagai negara dengan tingkat korupsi yang sangat tinggi.

Kami muak dengan kekerasan. Kami muak dengan aksi semena-mena. Kami muak melihat nama Tuhan digadaikan demi hawa nafsu segelintir orang tertentu. Kami sudah lelah mencaci dan menangis.

Let me tell you 'bout hard work
Minimum wage with a baby on the way
Let me tell you 'bout hard work
Rebuilding your house after the bombs took them away

Let me tell you 'bout hard work
Building a bed out of a cardboard box
Let me tell you 'bout hard work, hard work, hard work
You don't know nothin' 'bout hard work, hard work, hard work


Saya bukanlah siapa-siapa di negeri ini.Saya hanya seorang perenung dan pengkhayal, yang berandai-andai dan bermimpi agar presiden kami paham tentang makna perjuangan, tentang penderitaan, juga tentang tekad, kerja keras dan sebuah cita cita.

How do you sleep at night?
How do you walk with your head held high?
Dear Mr. President, you'd never take a walk with me, would you?

Bapak Presiden, kami tak minta banyak, sungguh… Tolong dengarkan kami. Bergegaslah, lakukan sesuatu. Bertindaklah agar kami tahu orang yang kami pilih memang layak mengemban kepercayaan kami.
Penderitaan tak butuh retorika juga citra, sebab kelaparan tak butuh janji saat kampanye.
Bapak Presiden, bergegaslah… jangan lagi menonton penderitaan rakyat lewat televisi. Terjun langsung dan lihat sendiri, tanpa harus membawa awak media dan para politisi.


Tertanda,

Rakyatmu yg Jelata

Coretan Selengkapnya...

Happy 2nd Anniversary


Untuk sepasang mata yang selalu bersinar lembut saat tatapan kita bertemu: I love you.

Untuk obrolan-obrolan santai waktu kita berkendara menyusuri jalan kota yang lengang hampir tiap malam: I love you.

Untuk curhat-curhatmu yang membuat saya merasa ‘penting’ dan dipercaya: I love you.

Untuk bercandaan yang garing tapi tetap kocak: I love you.

Untuk mendukung setiap pilihan yang saya jalani dalam hidup: I love you.

Untuk selalu ada bagi saya, kapan pun, dimana pun: I love you.

Untuk petuah-petuah berharga yang tidak menggurui: I love you.

Untuk nasehat-nasehat bijaksana yang tidak pernah membosankan didengar berulang kali: I love you.

Untuk memberi teladan lewat tindakan dan perbuatan, bukan kata-kata belaka: I love you.

Untuk ketekunan dan ketabahan yang membuat saya semakin mengerti makna bersyukur: I love you.

Untuk kerelaannya berkorban tanpa pernah mengharap pamrih: I love you.

Untuk senantiasa menekankan bahwa yang terpenting bukanlah apa yang kita miliki, melainkan bagaimana cara kita menjalani hidup: I love you.

Untuk tetap bertahan menghadapi saya dalam masa-masa sukar dimana saya menjelma jadi perempuan paling menyebalkan sedunia: I love you.

Untuk menjadi diri sendiri; sosok yang selalu membuat saya merasa nyaman dan dicintai apa adanya: I love you.

Untuk menempatkan saya sebagai prioritas, dalam hati dan kehidupan: I love you.

Untuk mengajarkan bahwa yang terpenting bukanlah pertalian darah, melainkan cinta yang dipilin dengan ketulusan tanpa pernah mementingkan diri sendiri: I love you.


Untuk cinta yang tanpa syarat, 24 jam sehari, 7 hari seminggu: I love you.

You are truly a blessing from God.
Thank you for being my partner, spouse, lover, and friend.

Happy 2nd Anniversary



Coretan Selengkapnya...

HAPPY EASTER


"Now if we be dead with Christ, we believe that we shall also live with Him:

Knowing that Christ being raised from the dead dieth no more; death hath no more dominion over Him.

For in that he died, he died unto sin once: but in that He liveth, He liveth unto God."


ROM. 6 : 8-10
Coretan Selengkapnya...